Ringkasan dari “Dua Lipa Gugat Samsung”

  • Dua Lipa menuntut Samsung sebesar US$15 juta
  • Gugatan berkaitan dengan dugaan penggunaan foto tanpa izin
  • Foto muncul pada kemasan televisi Samsung di AS
  • Samsung menyebut gambar berasal dari mitra konten pihak ketiga
  • Gugatan mencakup dugaan pelanggaran hak cipta dan hak publisitas

 

Kasus Dua Lipa gugat Samsung menjadi perhatian publik setelah penyanyi pop asal Inggris tersebut melayangkan tuntutan hukum terhadap raksasa teknologi Korea Selatan.

Gugatan tersebut muncul setelah foto Dua Lipa diduga digunakan tanpa izin untuk kebutuhan promosi.

Banyak yang mulai mempertanyakan bagaimana perusahaan besar dapat menggunakan materi visual tanpa persetujuan yang jelas.

Associe akan membahasnya di artikel ini.

 

Kronologi Kasus Dua Lipa vs Samsung

Dua Lipa — Backstage at Austin City Limits, 2024

Foto yang dipermasalahkan berjudul “Dua Lipa — Backstage at Austin City Limits, 2024” Dalam gugatan disebutkan bahwa Dua Lipa memiliki seluruh hak atas foto tersebut.

Dikutip dari NBC, gugatan diajukan di pengadilan federal California pada Mei 2026 berdasarkan foto yang digunakan untuk promosi produk TV Samsung tanpa izin resmi.

Dalam dokumen pengadilan, tuntutan mencakup dugaan pelanggaran hak cipta, penggunaan identitas tanpa izin, serta kerugian finansial akibat pemanfaatan citra.

Tim hukum Dua Lipa mengklaim foto itu menimbulkan kesan bahwa penyanyi tersebut memiliki hubungan kerja sama komersial dengan Samsung, padahal tidak ada kontrak yang disepakati.

Isu ini kemudian berkembang menjadi perdebatan besar mengenai lisensi gambar digital dan hak publisitas selebritas. Perbincangan mengenai kasus ini meluas di platform seperti X dan TikTok. 

 

Tim kuasa hukum Dua Lipa menyebut respons publik memperlihatkan bahwa citra artis memang memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.

Hak publisitas atau right of publicity berkaitan dengan penggunaan nama, wajah, hingga identitas seseorang untuk kepentingan komersial.

Penggunaan wajah artis terkenal dalam kemasan produk dapat menimbulkan asumsi adanya dukungan resmi terhadap produk tertentu.

 

Berapa Nilai Gugatan Dua Lipa?

Nilai gugatan yang diajukan mencapai US$15 juta atau setara sekitar Rp240 miliar.

Besaran tuntutan mencerminkan potensi kerugian komersial serta nilai penggunaan citra seorang artis internasional dalam promosi produk elektronik berskala global.

Sebelum gugatan resmi diajukan, pihak Dua Lipa disebut telah mengirim surat peringatan atau cease-and-desist kepada Samsung.

Surat itu meminta perusahaan menghentikan penggunaan foto dan distribusi produk terkait.

Namun, menurut dokumen hukum yang dikutip sejumlah media internasional, distribusi produk disebut masih berlangsung setelah peringatan dikirim.

Situasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kasus akhirnya dibawa ke pengadilan.

 

Apa Respons dari Samsung Terkait Gugatan?

Samsung mengatakan gambar tersebut diberikan oleh mitra konten yang mengklaim telah memperoleh izin penggunaan.

Samsung menyebut foto Dua Lipa digunakan pada 2025 untuk menampilkan konten mitra pihak ketiga di layanan streaming gratis Samsung TV Plus.

Perusahaan menegaskan penggunaan gambar dilakukan setelah mendapat jaminan eksplisit bahwa izin, termasuk untuk kotak ritel, sudah diperoleh, sehingga mereka membantah adanya penyalahgunaan disengaja.

Samsung juga menyatakan menghormati Dua Lipa dan hak kekayaan intelektual para artis, serta terbuka untuk menyelesaikan masalah ini secara konstruktif.

 

Pentingnya Lisensi Gambar/Foto Digital

Kasus ini mengingatkan bahwa penggunaan gambar digital untuk bisnis dan promosi harus memiliki izin resmi karena setiap materi visual dilindungi hukum.

Di era pemasaran digital, perusahaan perlu memeriksa lisensi konten agar terhindar dari sengketa hukum.

Penggunaan foto selebritas memang efektif untuk pemasaran, tetapi hak penggunaan wajah dan identitas harus diatur ketat melalui kontrak khusus.

Kasus Dua Lipa dan Samsung menunjukkan bahwa kesalahan pengelolaan lisensi dapat berdampak besar pada reputasi perusahaan.

Di Indonesia, perlindungan hak cipta diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

Penggunaan karya visual tanpa izin bisa dikenai sanksi pidana maupun perdata, serta dapat terkait gugatan perbuatan melawan hukum dalam KUHPerdata.

 

FAQ Tentang “Dua Lipa Gugat Samsung”

Kenapa Dua Lipa menggugat Samsung?

Dua Lipa menggugat Samsung karena diduga menggunakan fotonya tanpa izin untuk promosi televisi di Amerika Serikat.

Apakah Samsung benar memakai foto Dua Lipa?

Menurut dokumen gugatan, foto Dua Lipa muncul pada kemasan TV Samsung yang dijual di pasar AS.

Berapa nilai gugatan Dua Lipa terhadap Samsung?

Nilai gugatan mencapai US$15 juta atau sekitar Rp240 miliar.

Apa respons Samsung terhadap kasus ini?

Samsung menyebut foto tersebut berasal dari mitra konten pihak ketiga dan mengklaim izin penggunaan sudah tersedia.

Apakah kasus ini sudah selesai?

Belum. Hingga saat ini proses hukum masih berjalan di pengadilan federal California.

 

Baca Juga:

Hak Cipta dan Royalti: Pelajaran dari Kasus Agnez Mo dan Ari Bias

Memahami Apa Dan Peran Performing Rights Dalam Industri Musik