- Canva mengumumkan restrukturisasi yang berdampak terhadap 1.271 karyawan atau sekitar 22% tenaga kerjanya
- Perlambatan pertumbuhan bisnis dan perubahan teknologi menjadi latar belakang penyesuaian organisasi
- Perubahan mencakup penggabungan divisi, pengurangan spesialisasi pekerjaan, dan pemusatan tim produk di Sydney
- Karyawan yang meninggalkan perusahaan mendapat minimal enam bulan gaji serta dukungan melalui Canva Collective Fund sebesar US$10.000
Canva mengumumkan restrukturisasi perusahaan yang disertai PHK terhadap 1.271 karyawan atau sekitar 22% dari total tenaga kerjanya pada 4 November 2026.
Keputusan ini menjadi salah satu perubahan organisasi terbesar dalam sejarah perusahaan teknologi asal Australia tersebut.
Langkah ini diambil di tengah melambatnya pertumbuhan bisnis akibat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Canva menilai struktur organisasi yang selama ini digunakan perlu disesuaikan agar perusahaan lebih siap menghadapi persaingan.
Meski pemberitaan menyebutnya sebagai PHK massal, tidak seluruh 1.271 karyawan dipastikan kehilangan pekerjaan.
Tenaga kerja Canva yang terdampak restrukturisasi ini mencakup perubahan posisi, relokasi ke lokasi kerja terpusat, hingga PHK.
CEO sekaligus Co-Founder Canva, Melanie Perkins, menjelaskan bahwa sebagian karyawan akan mengalami perubahan posisi atau diminta pindah ke lokasi kerja terpusat (centralised hubs), terutama di Sydney yang akan menjadi pusat bagi lebih banyak tim produk.
Sementara itu, sebagian lainnya harus meninggalkan perusahaan sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut.
Perkins juga menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan momen tersulit dalam 13 tahun perjalanan Canva.
Ia menegaskan perusahaan akan memberikan dukungan finansial, karier, dan kesejahteraan bagi karyawan yang terdampak, termasuk kompensasi setidaknya 6 bulan gaji dan pendampingan karier.
Lantas, mengapa Canva melakukan restrukturisasi dan apa saja kompensasi yang disiapkan untuk karyawan terdampak?
Associe akan membahasnya dalam artikel ini.
Mengapa Canva Melakukan PHK Karyawan?
Keputusan Canva melakukan restrukturisasi tidak hanya berkaitan dengan efisiensi tenaga kerja, tetapi juga perubahan strategi bisnis untuk menghadapi perkembangan industri teknologi.
1. Pertumbuhan Bisnis Canva Melambat
Melanie Perkins menyebut 2026 sebagai tahun tersulit bagi Canva, pertumbuhan bisnis perusahaan juga lambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade.
Pada Agustus 2026, perusahaan dilaporkan menurunkan target pertumbuhan pendapatan dari 30% menjadi 20%, atau berkurang 10 poin persentase dari proyeksi sebelumnya.
Penyesuaian tersebut menunjukkan bahwa Canva memperkirakan laju pertumbuhan bisnisnya tidak akan secepat target awal.
Revisi proyeksi ini bukan berarti pendapatan perusahaan mengalami penurunan, melainkan pertumbuhannya diperkirakan lebih lambat dibandingkan ekspektasi sebelumnya.
2. Perkembangan AI Mengubah Industri Teknologi
Kemajuan AI generatif mengubah cara pengguna membuat desain, menghasilkan gambar, dan memproduksi konten digital.
Teknologi ini juga memungkinkan perusahaan mengotomatisasi sejumlah pekerjaan mempercepat proses operasional.
Beberapa di antaranya bahkan mengaitkan pengurangan tenaga kerja dengan adopsi AI, seperti:
- PayPal merencanakan pengurangan sekitar 4.500 posisi secara bertahap sebagai bagian dari adopsi AI dan penyederhanaan organisasi
- Oracle mengurangi sekitar 21.000 karyawan hingga Juni 2026 seiring penerapan AI dan penyesuaian kebutuhan tenaga kerja
3. Menyederhanakan Struktur Organisasi
Canva juga ingin kembali pada prinsip awal pembentukan perusahaan, yaitu tim kecil dengan kewenangan mengambil keputusan dan tanggung jawab yang lebih jelas.
Pendekatan ini sebagai refound Canva, yaitu membangun kembali fondasi organisasi untuk menghadapi fase bisnis berikutnya.
Dengan struktur yang lebih sederhana, Canva berharap setiap tim dapat bekerja lebih mandiri, mengambil keputusan lebih cepat, dan memiliki tanggung jawab lebih luas.
Awal Berdirinya Canva dan Perkembangannya
Canva didirikan pada 2013 oleh Melanie Perkins, Cliff Obrecht, dan Cameron Adams di Australia.
Platform ini awalnya dikembangkan untuk menyederhanakan proses desain grafis agar dapat digunakan siapa saja tanpa harus memiliki keahlian desain profesional.
Seiring perkembangannya, Canva berhasil menjadi salah satu platform desain visual populer di dunia yang jangkauannya meluas ke 190 negara.
Perusahaan mencatat lebih dari 220 juta pengguna aktif bulanan dan lebih dari 30 miliar desain telah dibuat.
Apa Saja Perubahan Struktur Organisasi Canva?
Dalam pengumuman resminya, Canva menjelaskan sejumlah perubahan untuk menyederhanakan organisasi.
Perubahan tersebut meliputi:
- Menggabungkan divisi Product, Growth, dan Platform menjadi satu organisasi Product
- Mengurangi spesialisasi pekerjaan yang terlalu sempit dan menyederhanakan lapisan manajemen
- Memusatkan lebih banyak tim produk di Sydney, Australia, untuk meningkatkan kolaborasi langsung
- Menerapkan kebijakan kerja hybrid mulai Januari 2027, dengan kewajiban bekerja dari kantor sekitar dua hingga tiga hari per minggu bagi sebagian besar karyawan
Berapa Kompensasi yang Diberikan Canva kepada Karyawan Terdampak?
Canva menyiapkan sejumlah kompensasi dan fasilitas bagi karyawan yang harus meninggalkan perusahaan.
Dukungan tersebut mencakup kompensasi finansial, fasilitas kesehatan, hingga pendampingan untuk mencari pekerjaan baru.
Kompensasi gaji: Minimal enam bulan gaji, termasuk hak sesuai ketentuan hukum
Hak saham: Penghapusan masa tunggu vesting satu tahun bagi karyawan baru
Fasilitas kesehatan: Perpanjangan hingga 12 bulan di negara yang menyediakan fasilitas tersebut
Kesehatan mental: Akses Canva Care selama 12 bulan, termasuk bagi keluarga
Pendampingan karier: Coaching, persiapan wawancara, dan LinkedIn Premium selama satu tahun
Bantuan pencarian kerja: Dukungan tim Talent Acquisition untuk meninjau CV dan persiapan wawancara
Jaringan profesional: Akses direktori alumni untuk terhubung dengan investor, mitra, dan industri
Perangkat kerja: Karyawan yang terkena PHK diperbolehkan mempertahankan MacBook Canva
Selain kompensasi dan pendampingan karier, Canva memperkenalkan program bernama Canva Collective Fund.
Program ini menyediakan dana bantuan sebesar US$10.000 (sekitar Rp165 juta) bagi setiap karyawan yang meninggalkan perusahaan dan ingin memulai sesuatu secara mandiri.
Dana tersebut dapat digunakan untuk membangun bisnis baru atau mengembangkan proyek yang memberikan manfaat bagi komunitas lokal.
Dampak AI terhadap Industri Perusahaan Teknologi
Perkembangan AI mendorong perusahaan teknologi menyesuaikan strategi bisnis, produk, dan kebutuhan tenaga kerja.
Dalam industri desain, AI memungkinkan pengguna menghasilkan gambar, mengembangkan konsep visual, dan membuat konten digital dengan lebih cepat.
Perubahan ini meningkatkan persaingan industri perangkat lunak sekaligus mengubah keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
Meski demikian, AI bukan satu-satunya penyebab PHK karena pengurangan tenaga kerja juga dapat dipengaruhi kondisi keuangan, perlambatan bisnis, dan restrukturisasi organisasi.
FAQ Seputar Canva PHK Karyawan Hingga Ribuan
Mengapa Canva melakukan PHK karyawan pada 2026?
Canva melakukan restrukturisasi karena pertumbuhan bisnis melambat untuk pertama kalinya dalam satu dekade.Â
Perusahaan juga perlu menyesuaikan struktur organisasi dan kebutuhan keterampilan dengan perubahan teknologi serta strategi bisnis masa depan.
Berapa jumlah karyawan Canva yang terkena PHK?
Sebanyak 1.271 karyawan atau sekitar 22% tenaga kerja terdampak restrukturisasi.
Tidak semuanya dipastikan kehilangan pekerjaan karena sebagian mengalami perubahan posisi atau relokasi.
Apakah perkembangan AI menjadi penyebab Canva melakukan PHK?
Perkembangan AI menjadi salah satu konteks perubahan industri teknologi yang disoroti media.
Canva secara resmi menyebut perlambatan pertumbuhan dan kebutuhan perubahan organisasi sebagai latar belakang restrukturisasi.
Berapa kompensasi yang diberikan Canva kepada karyawan terdampak PHK?
Canva menjanjikan minimal enam bulan gaji, termasuk hak sesuai ketentuan hukum. Karyawan juga memperoleh dukungan tambahan berupa fasilitas kesehatan, Canva Care, pendampingan karier, dan LinkedIn Premium selama satu tahun.
Apa itu Canva Collective Fund?
Canva Collective Fund merupakan program hibah US$10.000 bagi karyawan yang meninggalkan perusahaan dan ingin memulai bisnis atau proyek komunitas.
Canva tidak mengambil kepemilikan maupun ekuitas dari proyek yang dikembangkan.
Baca Juga:
Nippon Akuisisi Dulux Sebesar Rp24 Triliun, Bagaimana Nasib Pasarnya?
Getty Images Bangkrut dengan Utang US$1,46 Miliar, Populernya Foto AI Jadi Penyebab
Referensi:
An important update on our team. Newsroom – Latest Canva News Announcements, Brand Guidelines and Media Kit. https://www.canva.com/newsroom/news/canva-team-update/
Mehta, I. Canva lays off over 1,200 people amid slowing growth. TechCrunch. November 4, 2026. https://techcrunch.com/2026/11/04/canva-lays-off-over-1200-people-amid-slowing-growth/






