• SEFAS Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU Shell di Indonesia
  • Merek Shell tetap digunakan melalui skema lisensi
  • Sekitar 200 SPBU Shell terdampak pengalihan kepemilikan
  • Transaksi ditargetkan selesai pada 2026 dengan operasional tetap berjalan selama transisi

 

Shell kini memasuki fase baru dalam bisnisnya di Indonesia karena kepemilikan akan beralih kepada pemilik baru.

Perubahan ini memunculkan pertanyaan mengenai nasib SPBU dan ketersediaan BBM Shell di Tanah Air.

Meski kepemilikannya berubah, Shell tidak akan menghilang dari Indonesia karena mereknya tetap digunakan melalui skema lisensi.

Lantas, bagaimana nasib SPBU dan BBM Shell setelah proses akuisisi ini selesai?

Associe akan membahasnya dalam artikel ini.

 

Sefas, Pemilik Baru Shell yang Sebelumnya Jadi Distributor

Sefas, Pemilik Baru Shell yang Sebelumnya Jadi Distributor

Pihak yang akan mengambil alih bisnis SPBU Shell adalah SEFAS Group, perusahaan lokal yang selama ini dikenal sebagai distributor produk pelumas Shell di Indonesia.

SEFAS Group sendiri berdiri sejak 1997 dan bergerak di bidang distribusi serta layanan pendukung industri.

Saat ini, SEFAS memiliki lebih dari 20 kantor dan gudang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung jaringan distribusinya.

Kesepakatan tersebut mencakup 100% bisnis SPBU atau bisnis ritel bahan bakar Shell di Indonesia.

PoinDetail
Pihak PembeliSEFAS Group (PT Sefas Keliat Presisi), perusahaan yang bergerak di bidang distribusi pelumas dan energi di Indonesia
Pihak PenjualShell Group (PT Shell Indonesia)
Objek Akuisisi100% bisnis SPBU dan ritel BBM Shell di Indonesia, termasuk jaringan layanan non-fuel retail
KepemilikanSEFAS mengambil alih 100% kepemilikan dan kontrol operasional bisnis tersebut
Penggunaan MerekSPBU tetap menggunakan merek, logo, dan standar produk Shell melalui Brand Licensing Agreement, termasuk produk V-Power
Status TransaksiPerjanjian jual beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) telah ditandatangani dan masih dalam proses pemenuhan persyaratan serta persetujuan regulator
Target PenyelesaianAkuisisi ditargetkan rampung pada akhir 2026, setelah seluruh persetujuan regulator dan otoritas terkait diperoleh
Keberlanjutan LayananOperasional SPBU, kualitas BBM, fasilitas Shell Select/deli2go, serta program loyalitas Shell Go+ ditargetkan tetap berjalan selama dan setelah proses transisi

 

Dengan demikian, pengalihan ini berkaitan dengan bisnis ritel dan jaringan SPBU, bukan berarti seluruh aktivitas bisnis Shell di Indonesia ikut berpindah.

“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, SEFAS bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar CEO SEFAS Group, Ricky Roesli dilansir dari situs resmi SEFAS.

Ricky menambahkan, “Kepemilikan lokal memberikan landasan yang kuat bagi fase pengembangan bisnis selanjutnya.”

Sementara itu, Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa, mengatakan SEFAS merupakan mitra lama Shell yang memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan bisnis berikutnya.

Jaringan SPBU Shell di Indonesia mencapai sekitar 200 lokasi, dengan lebih dari 160 diantaranya merupakan SPBU yang dimiliki langsung oleh Shell.

 

Apakah SPBU Shell Akan Ganti Nama?

Tidak untuk saat ini.

Walaupun kepemilikan bisnis SPBU beralih kepada SEFAS, pelanggan tetap akan melihat merek Shell melalui skema lisensi merek atau brand licensing.

Artinya, pengalihan kepemilikan bisnis tidak otomatis membuat SPBU berganti nama menjadi SEFAS.

Merek Shell tetap digunakan dalam operasional jaringan SPBU berdasarkan perjanjian lisensi.

 

Kapan Akuisisi Shell oleh Sefas Selesai?

Kesepakatan akuisisi belum berarti seluruh proses transaksi telah selesai namun penyelesaian transaksi ditargetkan berlangsung pada tahun 2026.

Saat ini pengambilalihan 100% bisnis SPBU Shell oleh SEFAS masih tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan transaksi lainnya.

SEFAS akan mengambil alih kepemilikan bisnis SPBU, sementara Shell tetap menjadi mitra dan mereknya tetap digunakan melalui skema lisensi.

Kedua pihak juga akan memastikan proses transisi berjalan lancar dengan tetap menjaga operasional SPBU tetap aman dan andal.

Ada perubahan struktur dari rencana 2025 lalu, ketika Shell sebelumnya mengumumkan pengalihan bisnis SPBU Indonesia kepada perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan SEFAS Group.

 

Apa Dampaknya bagi Ketersediaan Bahan Bakar dan Konsumen?

Bagi konsumen, akuisisi ini mengubah kepemilikan bisnis, bukan menghilangkan SPBU Shell.

Merek Shell dan produk seperti V-Power, Shell Super, dan Shell Diesel tetap digunakan melalui lisensi.

Meski demikian, ketersediaan BBM Shell yang sempat langka di sejumlah SPBU belum tentu langsung normal setelah akuisisi karena masih bergantung pada pasokan, distribusi, dan proses transisi.

SEFAS menyatakan akan menjaga kelangsungan operasional dan layanan selama proses pengambilalihan.

Sementara itu, layanan seperti Shell Go+, Shell Select, dan deli2go akan mengikuti ketentuan selama transisi.

Akuisisi juga tidak otomatis mengubah harga BBM Shell karena harga tetap dipengaruhi kebijakan pengelola dan kondisi pasar.

 

FAQ Shell Diakuisisi oleh Sefas

Shell diakuisisi siapa?

SEFAS Group sepakat mengakuisisi 100% bisnis SPBU atau bisnis ritel BBM Shell di Indonesia. Transaksi masih menunggu persetujuan regulator.

Apakah SPBU Shell akan berganti nama?

Tidak untuk saat ini. Merek Shell tetap digunakan melalui skema lisensi merek setelah kepemilikan bisnis beralih kepada SEFAS.

Apakah Shell masih ada di Indonesia setelah diakuisisi?

Ya. Shell tetap hadir melalui merek yang digunakan pada jaringan SPBU berdasarkan perjanjian lisensi. Bisnis pelumas Shell juga tetap menjadi bagian dari aktivitas Shell di Indonesia.

Kapan akuisisi Shell oleh SEFAS selesai?

Transaksi ditargetkan selesai pada 2026, setelah memperoleh persetujuan regulator dan memenuhi persyaratan transaksi lainnya.

Apakah BBM Shell masih dijual setelah diakuisisi?

Ya. Produk BBM Shell tetap tersedia melalui jaringan SPBU dengan merek Shell berdasarkan skema yang diumumkan. Konsumen tetap dapat menemukan produk seperti Shell V-Power, Shell Super, dan Shell Diesel.

 

Baca Juga:

Seputar Pembatasan Pertalite: Siapa yang Tidak Boleh dan Boleh Beli?

Program B50 Resmi Diluncurkan, Apa Saja Manfaatnya?