• TikTok-Tokopedia membantah kabar PHK massal dan menyatakan yang berlangsung adalah proses internal mobility
  • Sebagian karyawan memilih mengambil paket kompensasi, lainnya dipindahkan ke divisi lain dalam grup
  • Perusahaan masih membuka lebih dari 100 lowongan kerja di Indonesia
  • Penataan internal dilakukan sebagai bagian dari integrasi organisasi pasca bergabungnya TikTok Shop dan Tokopedia

 

apakah benar Tokopedia PHK 90 persen karyawan

Kabar PHK massal Tokopedia kembali menjadi sorotan setelah salah satu konten video karyawan bertuliskan “udah di lay off” ramai di TikTok.

Postingan tersebut memperoleh puluhan ribu likes dan banyak diperbincangkan, kemudian muncul beredarnya klaim sekitar 90% karyawan telah terdampak pemutusan hubungan kerja.

Lantas, benarkah Tokopedia melakukan PHK semasal itu?

Simak fakta lengkapnya dalam artikel Associe berikut.

 

Benarkah Tokopedia PHK Massal Karyawan dari 1.250 Orang Kini Tersisa 125 Orang?

Tidak benar. TikTok dan Tokopedia menegaskan tidak ada PHK massal, melainkan penataan organisasi melalui internal mobility dan tidak ada bukti bahwa jumlah karyawan Tokopedia menyusut dari 1.250 menjadi 125 orang akibat PHK massal.

Sebelumnya, ada salah satu unggahan Instagram Ecommurz yang menyebut ByteDance melakukan PHK besar-besaran setelah peluncuran Tokopedia Lite hingga hanya menyisakan sekitar 10% karyawan.

Tokopedia Lite sendiri merupakan versi ringan Tokopedia berbasis Progressive Web App (PWA) yang dirancang agar lebih hemat ruang penyimpanan dan penggunaan kuota data.

Bersamaan dengan itu, muncul klaim bahwa Tokopedia akan beralih menggunakan sistem backend milik TikTok Shop dan hanya mempertahankan tampilan depan (front-end).

Isu pemangkasan ini dikabarkan paling berdampak pada divisi Technology, R&D, Trust & Safety, serta Finance.

Penyesuaian tersebut terutama difokuskan pada divisi riset dan pengembangan atau Research & Development (R&D).

Restrukturisasi juga ditekankan pada efisiensi dan pengembangan ekosistem platform (UMKM, kreator, dan penjual) agar tetap berjalan berkelanjutan.

Saat ini, TikTok menguasai sekitar 75,01% saham Tokopedia, sedangkan GoTo masih memiliki sekitar 24,99%.

Struktur kepemilikan tersebut menjadi dasar pengembangan bisnis yang lebih terintegrasi di masa mendatang, termasuk penyelarasan secara internal.

 

Sudah Ada Respons Resmi TikTok & Tokopedia Terkait PHK Massal

Sudah Ada Respons Resmi TikTok & Tokopedia Terkait PHK Massal

TikTok dan Tokopedia telah secara resmi membantah kabar yang menyebut perusahaan melakukan PHK massal terhadap karyawan di Indonesia.

Bantahan itu disampaikan dalam pertemuan antara DPR, Kementerian Ketenagakerjaan, dan manajemen TikTok-Tokopedia di DPR, Jakarta, pada 6 Juli 2026.

President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo menegaskan bahwa perusahaan hanya menjalankan proses internal mobility atau penataan tenaga kerja, bukan PHK massal.

“Tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group,”

ujar Stephanie, dikutip dari Tempo, Minggu (6/7/2026).

Stephanie tidak merinci jumlah karyawan terdampak dan menyebut sebagian pekerja mengambil paket kompensasi, pindah ke perusahaan lain, atau dialihkan ke unit bisnis lain dalam grup TikTok-Tokopedia.

Sekitar 200 karyawan mengambil paket kompensasi dalam penataan internal, sementara perusahaan masih membuka lebih dari 100 lowongan kerja di Indonesia.

Sebelumnya, isu dugaan layoff masal di TikTok dan Tokopedia sempat ramai hingga DPR mempertemukan perwakilan perusahaan dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

 

PHK Massal Pernah Terjadi Sebelumnya di Tokopedia

Kabar PHK yang ramai diperbincangkan saat ini bukan merupakan peristiwa pertama di Tokopedia.

Sejak TikTok melalui ByteDance mengakuisisi sebagian besar saham Tokopedia pada akhir 2023, perusahaan telah beberapa kali melakukan efisiensi tenaga kerja.

Berikut kronologi PHK yang pernah terjadi di Tokopedia dalam beberapa tahun terakhir.

Enam Bulan Setelah Diakuisisi TikTok di Tahun 2024

Sekitar 6 bulan setelah proses akuisisi selesai, ByteDance melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 450 karyawan Tokopedia pada Juni 2024.

Saat itu, Direktur Corporate Affairs Tokopedia, Nuraini Razak, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah perusahaan mengevaluasi struktur organisasi pasca-merger.

ByteDance juga melakukan efisiensi biaya setelah menggelontorkan investasi sekitar US$1,5 miliar dalam proses penyatuan TikTok Shop dengan Tokopedia.

Menurut perusahaan, terdapat sejumlah fungsi yang saling tumpang tindih sehingga diperlukan penyesuaian organisasi agar lebih sesuai dengan arah bisnis ke depan.

PHK Massal pada Pertengahan Tahun 2025

Pada pertengahan tahun 2025, Tokopedia melakukan PHK massal terhadap total 420 karyawan.

Terbagi dalam dua gelombang yaitu 180 orang pada bulan Juli dan 240 orang pada bulan Agustus.

PHK menyasar sejumlah divisi karena perusahaan menilai struktur organisasi menjadi terlalu besar setelah integrasi dengan TikTok Shop.

Proses restrukturisasi ini ditargetkan terus berjalan hingga akhir tahun bersamaan dengan rampungnya integrasi sistem.

Dampaknya, tim teknis Tokopedia yang tersisa kini dialihkan ke bawah koordinasi langsung TikTok di China (mainland).

 

Kesimpulan

Kabar mengenai dugaan PHK massal di Tokopedia dan TikTok ramail di media sosial hingga memicu berbagai spekulasi.

Update terbaru menunjukkan perusahaan membantah telah melakukan PHK massal.

Menurut TikTok-Tokopedia, yang sedang berlangsung adalah proses internal mobility atau penataan internal.

Sebagian karyawan memilih mengambil paket kompensasi, sementara sebagian lainnya dipindahkan ke unit bisnis lain dalam grup.

Meski demikian, proses restrukturisasi organisasi memang terjadi sebagai bagian dari integrasi bisnis pasca bergabungnya TikTok Shop dan Tokopedia.

Langkah ini juga bukan yang pertama, mengingat sejak 2024 Tokopedia telah beberapa kali melakukan efisiensi organisasi.

Lalu, mengapa PHK terus terjadi?

  • Integrasi organisasi setelah merger TikTok Shop dan Tokopedia
  • Penghapusan fungsi kerja yang memiliki tugas serupa
  • Efisiensi biaya operasional setelah proses akuisisi
  • Penyesuaian struktur perusahaan agar lebih ramping
  • Pemusatan sebagian fungsi teknologi ke organisasi regional ByteDance
  • Fokus perusahaan terhadap pertumbuhan bisnis jangka panjang

 

FAQ Tentang Tiktok dan Tokopedia Bantah Adanya PHK Massal

Apakah Tokopedia benar melakukan PHK massal?

Tidak. Berdasarkan update terbaru, TikTok-Tokopedia membantah adanya PHK massal dan menyebut yang terjadi adalah proses internal mobility.

Apakah benar 90% karyawan Tokopedia di-PHK?

Tidak ada konfirmasi resmi yang mendukung klaim tersebut.

Mengapa muncul kabar PHK?

Isu muncul di tengah proses penataan internal pasca integrasi TikTok Shop dan Tokopedia.

Sebagian karyawan mengambil paket kompensasi, sementara lainnya dipindahkan ke unit bisnis lain.

Apakah Tokopedia masih membuka lowongan kerja?

Ya. Perusahaan menyatakan masih membuka lebih dari 100 posisi di Indonesia.

Apa sikap pemerintah?

DPR menyebut tidak ada PHK massal berdasarkan penjelasan perusahaan, sementara Kementerian Ketenagakerjaan masih menelusuri informasi tersebut.

 

Baca Juga:

Layoff Traveloka Jadi Sorotan, Ini Fakta Lengkapnya

Apple Beri Bonus Besar Karyawan untuk Tahan Talenta dari OpenAI & Meta