• TikTok mengonfirmasi adanya restrukturisasi organisasi, tetapi belum memverifikasi atau menyebut 90% karyawan terkena PHK
  • Klaim mengenai hanya tersisanya sekitar 10% pegawai masih belum mendapat pernyataan resmi perusahaan kepada media
  • PHK telah beberapa kali dilakukan sejak integrasi Tokopedia dengan TikTok Shop pada 2024
  • Pemerintah meminta seluruh hak pekerja yang terdampak PHK dipenuhi

 

apakah benar Tokopedia PHK 90 persen karyawan

Kabar PHK massal Tokopedia kembali menjadi sorotan setelah salah satu konten video karyawan bertuliskan “udah di lay off” ramai di TikTok.

Postingan tersebut memperoleh puluhan ribu likes dan banyak diperbincangkan, kemudian muncul beredarnya klaim sekitar 90% karyawan telah terdampak pemutusan hubungan kerja.

Lantas, benarkah Tokopedia melakukan PHK semasal itu?

Simak fakta lengkapnya dalam artikel Associe berikut.

 

Benarkah Tokopedia PHK Massal Karyawan dari 1.250 Orang Kini Tersisa 125 Orang?

Pihak TikTok maupun ByteDance sendiri belum memberikan konfirmasi atau mengeluarkan data resmi terkait jumlah pasti karyawan yang terdampak.

Salah satu unggahan Instagram Ecommurz menyebut ByteDance melakukan PHK besar-besaran setelah peluncuran Tokopedia Lite hingga hanya menyisakan sekitar 10% karyawan.

Namun, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak TikTok maupun Tokopedia.

Isu pemangkasan ini dikabarkan paling berdampak pada divisi Technology, R&D, Trust & Safety, serta Finance.

 

Tokopedia Lite sendiri merupakan versi ringan Tokopedia berbasis Progressive Web App (PWA) yang dirancang agar lebih hemat ruang penyimpanan dan penggunaan kuota data.

Bersamaan dengan itu, muncul klaim bahwa Tokopedia akan beralih menggunakan sistem backend milik TikTok Shop dan hanya mempertahankan tampilan depan (front-end).

 

Respons Resmi TikTok Terkait PHK Massal

Manajemen TikTok, selaku pemegang saham mayoritas Tokopedia, membenarkan adanya penyesuaian organisasi.

Penyesuaian tersebut terutama difokuskan pada divisi riset dan pengembangan atau Research & Development (R&D).

Restrukturisasi juga ditekankan pada efisiensi dan pengembangan ekosistem platform (UMKM, kreator, dan penjual) agar tetap berjalan berkelanjutan.

Dilansir dari Detik, juru bicara TikTok menyampaikan bahwa keputusan melakukan penyesuaian organisasi bukanlah langkah yang mudah.

“Kami tengah menyelaraskan organisasi R&D pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami.

Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini.”

Saat ini, TikTok menguasai sekitar 75,01% saham Tokopedia, sedangkan GoTo masih memiliki sekitar 24,99%.

Struktur kepemilikan tersebut menjadi dasar pengembangan bisnis yang lebih terintegrasi di masa mendatang, termasuk penyelarasan secara internal.

 

PHK Massal Pernah Terjadi Sebelumnya di Tokopedia

Kabar PHK yang ramai diperbincangkan saat ini bukan merupakan peristiwa pertama di Tokopedia.

Sejak TikTok melalui ByteDance mengakuisisi sebagian besar saham Tokopedia pada akhir 2023, perusahaan telah beberapa kali melakukan efisiensi tenaga kerja.

Berikut kronologi PHK yang pernah terjadi di Tokopedia dalam beberapa tahun terakhir.

Enam Bulan Setelah Diakuisisi TikTok di Tahun 2024

Sekitar 6 bulan setelah proses akuisisi selesai, ByteDance melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 450 karyawan Tokopedia pada Juni 2024.

Saat itu, Direktur Corporate Affairs Tokopedia, Nuraini Razak, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah perusahaan mengevaluasi struktur organisasi pasca-merger.

ByteDance juga melakukan efisiensi biaya setelah menggelontorkan investasi sekitar US$1,5 miliar dalam proses penyatuan TikTok Shop dengan Tokopedia.

Menurut perusahaan, terdapat sejumlah fungsi yang saling tumpang tindih sehingga diperlukan penyesuaian organisasi agar lebih sesuai dengan arah bisnis ke depan.

PHK Massal pada Pertengahan Tahun 2025

Pada pertengahan tahun 2025, Tokopedia melakukan PHK massal terhadap total 420 karyawan.

Terbagi dalam dua gelombang yaitu 180 orang pada bulan Juli dan 240 orang pada bulan Agustus.

PHK menyasar sejumlah divisi karena perusahaan menilai struktur organisasi menjadi terlalu besar setelah integrasi dengan TikTok Shop.

Proses restrukturisasi ini ditargetkan terus berjalan hingga akhir tahun bersamaan dengan rampungnya integrasi sistem.

Dampaknya, tim teknis Tokopedia yang tersisa kini dialihkan ke bawah koordinasi langsung TikTok di China (mainland).

 

Apa Jaminan Bagi Karyawan yang Terkena PHK Massal Tokopedia?

Apa Jaminan Bagi Karyawan yang Terkena PHK Massal Tokopedia

Gelombang PHK yang terjadi di Tokopedia turut mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk DPR RI.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, meminta pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) PHK memastikan seluruh hak pekerja yang terdampak dipenuhi.

Edy menegaskan bahwa pekerja yang terkena PHK tetap berhak menerima seluruh hak normatif, termasuk pesangon serta manfaat JHT dan JKP.

Pemerintah juga diharapkan memastikan seluruh proses berjalan secara transparan sehingga tidak ada hak pekerja yang terabaikan.

Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling dinilai krusial untuk membantu pekerja terdampak mendapatkan keterampilan baru.

 

Kesimpulan

Kabar mengenai Tokopedia PHK massal memang berawal dari informasi yang viral di media sosial dan kemudian memicu berbagai spekulasi.

Sejumlah unggahan menyebut sekitar 90% pegawai diberhentikan dan hanya sebagian kecil yang masih bekerja.

Fakta yang dapat dipastikan adalah perusahaan memang sedang melakukan restrukturisasi organisasi, terutama pada divisi Research & Development (R&D)

Langkah ini juga bukan yang pertama, mengingat sejak 2024 Tokopedia telah beberapa kali melakukan efisiensi organisasi.

Lalu, mengapa PHK terus terjadi?

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, yaitu:

  • Integrasi organisasi setelah TikTok Shop dan Tokopedia bergabung
  • Penghapusan fungsi kerja yang memiliki tugas serupa
  • Efisiensi biaya operasional setelah proses akuisisi
  • Penyesuaian struktur perusahaan agar lebih ramping
  • Pemusatan sebagian fungsi teknologi ke organisasi regional ByteDance
  • Fokus perusahaan terhadap pertumbuhan bisnis jangka panjang

 

FAQ Tentang “Tokopedia PHK Massal”

Apakah Tokopedia benar melakukan PHK massal?

Ya. TikTok mengonfirmasi adanya restrukturisasi organisasi yang berdampak pada sejumlah karyawan, tetapi tidak mengungkap jumlah pasti pegawai yang terkena PHK.

Apakah benar Tokopedia PHK 90 persen karyawan?

Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari TikTok maupun ByteDance mengenai klaim tersebut. Informasi yang beredar masih berasal dari unggahan media sosial dan komunitas industri.

Apa alasan Tokopedia melakukan PHK massal?

Perusahaan menyebut restrukturisasi organisasi, penyelarasan divisi R&D, serta integrasi bisnis sebagai alasan utama dilakukannya efisiensi karyawan.

Apakah Tokopedia akan ditutup setelah terjadi PHK?

Tidak. TikTok justru menegaskan tetap berkomitmen mengembangkan Tokopedia dan melanjutkan investasi setelah integrasi dengan TikTok Shop.

Apa hak karyawan yang terkena PHK di Tokopedia?

Karyawan berhak memperoleh hak normatif sesuai ketentuan perundang-undangan, seperti pesangon, uang penghargaan masa kerja, JHT, JKP, dan hak lain yang diatur dalam regulasi ketenagakerjaan.

 

Baca Juga:

Layoff Traveloka Jadi Sorotan, Ini Fakta Lengkapnya

Apple Beri Bonus Besar Karyawan untuk Tahan Talenta dari OpenAI & Meta