Ringkasan Artikel: Dunkin Donuts Ganti Nama

Perubahan nama Dunkin Donuts diumumkan pada tahun 2018 dan mulai berlaku secara resmi pada 2019 sebagai bagian dari strategi rebranding perusahaan.

  • Nama merek disederhanakan menjadi “Dunkin’”.
  • Tujuan utama perubahan adalah memperluas citra sebagai merek kopi dan minuman.
  • Produk donat tetap dipertahankan sebagai salah satu menu unggulan.
  • Fokus pemasaran bergeser lebih kuat ke minuman berbasis kopi.
  • Penyebutan nama lama masih umum digunakan karena faktor kebiasaan konsumen.

 

Sekilas Tentang Dunkin’ Donuts di Indonesia

Dunkin’ dikenal luas sebagai jaringan donat dan kopi yang berawal dari Amerika Serikat pada 1950.

Pada 1990, jaringan ini diakuisisi oleh perusahaan induk Baskin-Robbins yaitu Allied Lyons, serta mempercepat ekspansi Amerika Utara.

Di 2019, Dunkin’ mengoperasikan sekitar 14.000 gerai di 39 negara yang menjual kopi, donat, bagel, sandwich sarapan, dan muffin.

Dunkin’ Donuts mulai beroperasi di Indonesia sejak 1985 dengan membuka gerai pertamanya di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta.

Sebagai pemegang waralaba utama, Dunkin’ Donuts Indonesia terus memperluas jaringan hingga kini memiliki lebih dari 200 gerai di berbagai kota besar.

Seperti Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Depok, Surabaya, Bandung, Bali, Medan, Yogyakarta, Makassar.

Berdasarkan survei OurStory.id, Dunkin’ Donuts menjadi merek donat paling dikenal di Indonesia dengan tingkat top of mind 91,8% dan kepuasan pelanggan 80,8%.

 

Benarkah Dunkin’ Donuts Ganti Nama?

Jawabannya ya, perubahan nama memang terjadi. Pengumuman resmi disampaikan pada 2018 dan mulai diterapkan pada Januari 2019.

Sejak saat itu, nama merek dipersingkat menjadi “Dunkin’”, sehingga logo, kemasan, dan papan toko menampilkan satu kata tersebut.

Meski begitu, banyak orang masih menyebutnya dengan nama lama karena sudah terbiasa.

Dave Hoffman, CEO & President Dunkin’ di Amerika, menegaskan bahwa rebranding ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan sinyal jelas bahwa Dunkin’ menghadirkan sesuatu yang baru.

 

Kenapa Dunkin’ Donuts Kini Hanya Disebut “Dunkin”?

Alasan utamanya adalah memperluas persepsi publik. Merek ini ingin dikenal tidak hanya sebagai penjual donat, tetapi juga sebagai destinasi kopi dan minuman sehari-hari.

Menu kopi panas, dingin, dan minuman khusus kini menjadi kontributor penjualan yang dominan.

Perubahan penamaan membantu pesan tersebut tersampaikan dengan lebih ringkas. Satu kata dinilai lebih fleksibel untuk berbagai produk dan kebiasaan konsumsi.

 

Apa Saja yang Berubah Setelah Dunkin Donuts Ganti Nama?

Perubahan ini terasa pada beberapa aspek yang langsung Anda lihat di gerai:

  • Logo dan papan toko menampilkan tulisan “Dunkin’”
  • Desain kemasan diperbarui dengan identitas visual baru
  • Konsep gerai lebih menonjolkan area pemesanan kopi
  • Menu tetap mempertahankan donat sebagai produk inti

 

FAQ Tentang “Dunkin Donuts Ganti Nama”

Apakah donat dihilangkan dari menu?

Tidak. Donat tetap menjadi bagian penting dan masih tersedia di semua gerai.

Apakah perubahan nama berlaku di Indonesia?

Berlaku, namun penerapannya menyesuaikan pembaruan gerai sehingga masih ada papan lama.

Apakah perusahaan pemiliknya berubah?

Tidak ada perubahan kepemilikan akibat rebranding ini.

Apakah kualitas produk ikut berubah?

Standar produk dan resep tetap mengikuti pedoman global.

Kenapa masih banyak orang menyebut nama lama?

Faktor kebiasaan dan popularitas nama sebelumnya membuat sebutan lama bertahan.

 

Baca Juga:

Kenapa KKV Ganti Nama Jadi OH! SOME?

EF Ganti Nama Jadi English 1, Apa yang Berubah?