Ringkasan Artikel: Pagi Sore Pecah Kongsi

Pagi Sore Pecah Kongsi merujuk pada perpisahan internal pengelola Rumah Makan Padang Pagi Sore yang berawal dari satu usaha keluarga, lalu berkembang menjadi dua manajemen berbeda.

  • Rumah Makan Pagi Sore berdiri di Palembang pada tahun 1973 sebagai rumah makan Padang.
  • Usaha ini didirikan oleh H. Lismar dan H. Sabirin dalam satu manajemen keluarga.
  • Pada tahun 2003, keduanya berpisah tanpa pernyataan resmi yang diumumkan ke publik.
  • Perpisahan tersebut melahirkan dua versi Pagi Sore dengan logo berwarna merah dan hijau.
  • Kedua Pagi Sore sama-sama sah, berasal dari sejarah yang sama, dan hingga kini dikelola oleh keluarga pendiri.

 

Pertanyaan soal mengapa restoran Pagi Sore ada dua masih kerap kali muncul.

Banyak masyarakat mengira salah satunya tiruan, padahal akar ceritanya jauh lebih panjang dan bersejarah.

Fakta di balik pagi sore pecah kongsi bukan sekadar urusan logo merah dan hijau, tetapi perjalanan bisnis keluarga yang dimulai puluhan tahun lalu.

 

Sejarah Restoran Pagi Sore

Rumah Makan Pagi Sore pertama kali berdiri pada tahun 1973 di Palembang, Sumatera Selatan.

Lokasi awalnya berada di Jalan Jenderal Sudirman, sebuah kawasan yang sejak lama dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi.

Meski menyajikan masakan Padang, restoran ini justru lahir dan berkembang di luar Sumatera Barat.

Pagi Sore didirikan oleh dua sahabat asal Bukittinggi, yakni H. Lismar dan H. Sabirin.

Latar belakang Minangkabau keduanya menjadi modal utama untuk memperkenalkan hidangan khas Minang kepada masyarakat Palembang.

Pada masa awal, operasional restoran dikelola dalam satu manajemen mereka bersama.

Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, Pagi Sore mulai membuka cabang di berbagai sudut Palembang seperti Basuki Rahmat, Mayor Zen, Indralaya, hingga Teluk Gelam.

 

Kronologi Pagi Sore Pecah Kongsi

Kerja sama antara H. Lismar dan H. Sabirin berlangsung hampir 30 tahun.

Selama periode tersebut, Pagi Sore dikenal sebagai salah satu rumah makan Padang yang konsisten menjaga kualitas rasa dan pelayanan. 

Perubahan besar terjadi pada tahun 2003, pada tahun inilah keduanya sepakat berpisah dalam pengelolaan usaha.

Alasan perpisahan tidak pernah diumumkan secara resmi, namun perbedaan visi dan dinamika internal diyakini menjadi faktor utama

Peristiwa ini juga dikonfirmasi melalui utas akun X @belajarlagiHQ, yang menyebut tahun 2003 sebagai titik perpecahan manajemen Pagi Sore.

 

Dua Versi Pagi Sore Setelah Pecah Kongsi, Apa Perbedaannya?

Pagi Sore Logo Merah

pagi sore logo merah

Pagi Sore dengan logo merah, kuning, dan hijau dikelola oleh pihak keluarga H. Sabirin.

Restoran ini dikenal dengan tagline “Jagonya Rendang” dan mulai melakukan ekspansi ke Jakarta sejak 2006.

Jalur bisnisnya lebih agresif dengan fokus memperluas jaringan di kota-kota besar.

Dari sisi menu, Pagi Sore logo merah mempertahankan gaya rendang yang kuat dan kaya rempah.

Kepemilikan usaha ini kini dilanjutkan oleh keluarga besar H. Sabirin, termasuk cucunya.

Pagi Sore Logo Hijau

pagi sore logo hijau

Sementara itu, Pagi Sore logo hijau menggunakan nama lengkap “Rumah Makan Padang Pagi Sore Khas Minang”.

Logo yang dominan hijau, putih, dan kuning ini berada di bawah jalur usaha keluarga H. Lismar.

Ekspansinya mencakup Lubuk Linggau, Bangka Belitung, Bandung, hingga Jakarta.

Selain Pagi Sore, keluarga ini juga mengelola merek turunan seperti Nasi Kapau Kedai Pak Ciman.

Saat ini, bisnis tersebut diteruskan oleh anak H. Lismar, yaitu H. Erwin, dengan pendekatan rasa yang konsisten dan punya ciri khas sendiri.

 

Mana Pagi Sore yang Asli?

Kedua versi Pagi Sore berasal dari sejarah dan dapur yang sama.

Tidak ada satu pihak pun yang secara resmi dapat disebut lebih asli karena keduanya merupakan kelanjutan sah dari usaha yang didirikan bersama sejak 1973.

Jika dilihat dari skala, masing-masing memiliki kekuatan berbeda.

Pagi Sore logo merah unggul dalam penetrasi pasar nasional, sedangkan logo hijau dikenal kuat dalam jaringan keluarga dan konsistensi merek.

 

FAQ Tentang “Pagi Sore Pecah Kongsi”

Kenapa restoran Pagi Sore ada dua?

Karena pemilik awalnya berpisah pada 2003 dan menjalankan usaha secara terpisah.

Pagi Sore merah dan hijau beda apa?

Perbedaannya terletak pada manajemen, logo, jalur ekspansi, dan pengelola keluarganya.

Apakah salah satu Pagi Sore adalah tiruan?

Tidak, keduanya berasal dari pendiri yang sama dan memiliki hak atas nama tersebut.

Apakah rasa masakannya sama?

Banyak pelanggan menilai rasanya mirip, meski masing-masing punya ciri kecil yang berbeda.

Siapa pemilik Pagi Sore sekarang?

Bisnisnya dikelola oleh keluarga H. Sabirin untuk logo merah dan keluarga H. Lismar untuk logo hijau.

 

Baca Juga:

Kisah Bisnis Ayam Goreng Suharti Pecah Kongsi yang Terkenal

Sengketa Minyak Kutus Kutus, Perebutan Hak Merek Antar Keluarga