Ringkasan Artikel: Cara Menghitung Gaji Prorata
Gaji prorata digunakan ketika karyawan tidak bekerja penuh dalam satu periode gaji untuk memastikan pembayaran tetap sesuai durasi kerja yang sebenarnya.
- Terdapat tiga metode perhitungan: berdasarkan hari kerja, hari kalender, dan jam kerja.
- Perhitungan prorata membantu menjaga akurasi pembayaran upah.
- Pemilihan metode harus selaras dengan kebijakan perusahaan.
Apa Itu Gaji Prorata?
Gaji prorata adalah perhitungan upah yang diberikan proporsional berdasarkan jumlah hari atau jam kerja yang dijalani karyawan dalam satu periode pembayaran.
Konsep ini umum diterapkan dalam pengelolaan payroll karena setiap karyawan tidak selalu bekerja penuh selama satu bulan.
Penting untuk membahas tunjangan sejak awal karena masa percobaan, hak cuti, dan bonus yang diprorata bisa dinegosiasikan sebelum Anda menerima pekerjaan.
Kapan Gaji Prorata Digunakan?
Prorata biasanya diterapkan dalam beberapa kondisi berikut:
- Karyawan baru masuk di tengah bulan
- Karyawan resign sebelum tanggal penggajian terakhir
- Cuti tanpa upah
- Suspensi kerja
- Karyawan kontrak yang jam kerjanya berubah di tengah periode
- Pola kerja paruh waktu atau sistem shift
Tujuan Perhitungan Gaji Prorata
Perhitungan prorata memiliki sejumlah tujuan penting dalam pengelolaan payroll, antara lain:
- Membayar upah secara adil sesuai durasi kerja
- Mengurangi risiko salah hitung dalam administrasi HR
- Menjamin kejelasan bagi karyawan mengenai jumlah kompensasi
- Mempermudah dokumentasi penggajian setiap periode
Rumus Menghitung Gaji Prorata Beserta Contoh
Perhitungan gaji prorata digunakan untuk menentukan gaji karyawan berdasarkan jumlah hari atau jam kerja yang sebenarnya dalam periode tertentu.
Gaji Prorata = (Gaji Bulanan ÷ Total Hari Kerja dalam Sebulan) × Jumlah Hari Kerja yang Dijalani
Perhitungan Berdasarkan Hari Kerja
Metode ini memakai jumlah hari kerja efektif dalam satu bulan. Pendekatan ini umumnya lebih akurat untuk perusahaan yang menganut sistem kerja harian.
Rumus:
Gaji bulanan ÷ total hari kerja × jumlah hari masuk
Contoh:
Gaji Rp6.000.000 per bulan, 22 hari kerja, karyawan masuk 15 hari.
6.000.000 ÷ 22 × 15 = Rp4.090.909
Perhitungan Berdasarkan Hari Kalender
Untuk perusahaan yang memakai total hari kalender sebagai dasar payroll, metode ini cukup sederhana karena tidak menyesuaikan dengan hari kerja.
Rumus:
Gaji bulanan ÷ jumlah hari kalender × jumlah hari masuk
Contoh:
Gaji Rp5.500.000, bulan 30 hari, masuk 10 hari.
5.500.000 ÷ 30 × 10 = Rp1.833.333
Perhitungan Berdasarkan Jam Kerja
Pendekatan ini dipakai untuk karyawan paruh waktu atau sistem shift dengan durasi kerja yang berubah-ubah.
Rumus:
Gaji bulanan ÷ total jam kerja sebulan × jam kerja aktual
Contoh:
Gaji Rp4.000.000, total 176 jam per bulan, bekerja 80 jam.
4.000.000 ÷ 176 × 80 = Rp1.818.181
Cara dan Contoh Menghitung Gaji Prorata Karyawan Baru
Untuk karyawan baru, gaji prorata dihitung berdasarkan jumlah hari kerja sejak tanggal mulai bekerja hingga akhir periode penggajian.
Misalnya, jika gaji bulanan Rp6.000.000 dan jumlah hari kerja dalam sebulan adalah 22 hari.
Lalu karyawan mulai bekerja pada hari ke-10 sehingga bekerja 13 hari, maka gaji prorata yang diterima adalah (Rp6.000.000 ÷ 22) × 13 = Rp3.545.455.
Cara dan Contoh Menghitung Gaji Prorata Karyawan Resign
Untuk karyawan resign, gaji prorata dihitung berdasarkan jumlah hari kerja hingga tanggal terakhir bekerja.
Contohnya, jika gaji bulanan Rp5.500.000 dengan 22 hari kerja dalam sebulan dan karyawan berhenti pada hari ke-12 sehingga bekerja 12 hari.
Maka perhitungannya adalah (Rp5.500.000 ÷ 22) × 12 = Rp3.000.000.
Kesalahan Umum dalam Menghitung Gaji Prorata
Kesalahan paling sering terjadi adalah menggunakan metode perhitungan yang tidak sesuai dengan kebijakan kerja perusahaan.
Misalnya, perusahaan yang memakai sistem jam kerja namun payroll menghitung berdasarkan hari kalender, sehingga hasil akhirnya tidak akurat.
Kesalahan lain muncul ketika HR tidak memperhitungkan kondisi khusus, seperti cuti tidak berbayar atau perubahan jam kerja yang mendadak.
FAQ Tentang “Cara Menghitung Gaji Prorata”
Apakah prorata berlaku untuk seluruh jenis karyawan?
Prorata dapat diterapkan pada karyawan tetap, kontrak, maupun paruh waktu sesuai kebijakan perusahaan.
Apakah tunjangan juga ikut dihitung prorata?
Beberapa tunjangan bisa dihitung prorata, tergantung ketentuan perusahaan dan jenis tunjangannya.
Bagaimana perhitungan untuk karyawan resign di tengah bulan?
Payroll menghitung berdasarkan hari atau jam kerja terakhir hingga tanggal resign.
Apakah perhitungan prorata wajib mengikuti aturan pemerintah?
Pemerintah tidak mengatur metode prorata secara detail, namun hasilnya tetap harus memenuhi standar upah minimum.
Metode prorata mana yang paling tepat untuk perusahaan?
Pilih metode yang paling mencerminkan kebijakan kerja perusahaan, terutama durasi kerja aktual karyawan.
Baca Juga:



