Ringkasan Artikel: Biaya Komisi Dinamis TikTok Shop (2026)
- Dikenakan pada setiap pesanan yang berhasil dikirim
- Menggunakan rumus harga – diskon seller × tarif kategori
- Tidak refundable setelah pesanan terkirim
- Tarif berbeda berdasarkan kategori produk
- Memiliki batas maksimum per item: Rp40.000 (sebelum 2026) dan Rp650.000 (setelahnya)
Biaya penjualan marketplace sering terlihat kecil di awal, tetapi bisa berubah signifikan ketika sudah dikalikan volume penjualan. Salah satu yang paling sering dibahas adalah biaya komisi dinamis di TikTok Shop, terutama karena sifatnya yang langsung terpotong dari hasil penjualan.
Associe akan membahasnya di artikel ini.
Apa Itu Biaya Komisi Dinamis?
Biaya komisi dinamis adalah biaya yang dikenakan platform kepada seller berdasarkan harga produk yang terjual.
Skema ini diterapkan untuk mendukung berbagai program seperti promosi, peningkatan visibilitas produk, hingga subsidi pengiriman gratis dan cashback bagi pembeli.
Dalam praktiknya, biaya ini tidak berdiri sendiri sebagai “biaya admin”, tetapi menjadi bagian dari paket layanan platform untuk meningkatkan konversi penjualan seller.
Artinya, semakin tinggi nilai transaksi, semakin besar komponen biaya yang terlibat.
Biaya komisi dinamis ini dikenakan kepada seluruh seller yang sudah terintegrasi di platform marketplace terkait, baik Tokopedia maupun TikTok Shop by Tokopedia di Indonesia.
Penyesuaian tarif baru biaya komisi dinamis mulai berlaku pada 18 Mei 2026, di mana sejumlah kategori mengalami kenaikan persentase.
Misalnya, kategori Otomotif & Sepeda Motor naik dari 5,50% menjadi 7,50% atau Perbaikan Rumah dari 5,50% menjadi 7,50%.
Cara Kerja Biaya Komisi Dinamis
Perhitungan biaya ini mengacu pada rumus:
(Harga produk – diskon seller) × tarif kategori
Artinya, diskon yang Anda berikan sebagai seller akan mempengaruhi basis perhitungan komisi, tetapi tidak termasuk ongkir atau potongan dari platform.
Biaya ini hanya dikenakan ketika pesanan sudah berhasil dikirim.
Jika pesanan tidak sampai tahap pengiriman, skema pengembalian biaya dapat berlaku sebagian atau penuh tergantung kondisi transaksi.
Namun, jika pesanan sudah terkirim, biaya tetap dikenakan meskipun terjadi retur atau refund.
Hal ini membuat posisi biaya ini berbeda dibanding beberapa jenis fee lain yang masih dapat dikembalikan.
Sebagai ilustrasi sederhana, jika Anda menjual produk fashion dengan harga Rp200.000 dan tarif kategori 8%, maka komisi dihitung dari nilai tersebut setelah diskon seller diterapkan, lalu dipotong saat settlement.
Daftar Besar Biaya Komisi Dinamis TikTok Shop (Baru dan Lama)
Skema ini mengalami perubahan tarif dari periode 10 Juni 2025 (tarif lama) dan penyesuaian baru yang berlaku mulai 18 Mei 2026.
Perubahan ini menunjukkan bahwa sebagian besar kategori mengalami kenaikan tarif, terutama di sektor fashion, lifestyle, dan kebutuhan rumah tangga.
Berikut daftar perbandingan tarif berdasarkan kategori:
- Telepon & Elektronik: Lama 4,00% → Baru 3,00%
- Komputer & Peralatan Kantor: Lama 4,00% → Baru 4,00%
- Otomotif & Sepeda Motor: Lama 5,50% → Baru 7,50%
- Peralatan Rumah Tangga: Lama 4,00% → Baru 6,00%
- Perbaikan Rumah: Lama 5,50% → Baru 7,50%
- Makanan & Minuman: Lama 5,00% → Baru 6,50%
- Perkakas & Perangkat Keras: Lama 5,50% → Baru 7,00%
- Kesehatan: Lama 4,00% → Baru 6,50%
- Olahraga & Aktivitas Luar Ruangan: Lama 6,00% → Baru 6,50%
- Perlengkapan Rumah Tangga: Lama 6,00% → Baru 8,00%
- Kecantikan & Perawatan Pribadi: Lama 4,00% → Baru 7,00%
- Perlengkapan Hewan Peliharaan: Lama 6,00% → Baru 8,00%
- Mainan & Hobi: Lama 6,00% → Baru 8,00%
- Peralatan Dapur: Lama 6,00% → Baru 8,00%
- Furnitur: Lama 5,00% → Baru 6,50%
- Pakaian Pria & Pakaian Dalam: Lama 5,00% → Baru 8,00%
- Aksesoris Perhiasan & Turunannya: Lama 4,00% → Baru 4,50%
- Aksesoris Fesyen: Lama 6,00% → Baru 7,50%
- Koper & Tas: Lama 5,50% → Baru 8,00%
- Bayi & Ibu Hamil: Lama 4,00% → Baru 7,00%
- Sepatu: Lama 5,00% → Baru 8,00%
- Pemesanan & Voucher: Lama 4,00% → Baru 6,00%
- Pakaian Wanita & Pakaian Dalam: Lama 5,50% → Baru 8,00%
- Tekstil & Perabot Rumah Tangga: Lama 5,00% → Baru 8,00%
- Buku, Majalah & Audio: Lama 5,00% → Baru 8,00%
- Barang Koleksi: Lama 6,00% → Baru 8,00%
- Busana Muslim: Lama 5,50% → Baru 8,00%
- Busana Anak-Anak: Lama 4,00% → Baru 7,50%
- Produk Virtual: Lama 4,00% → Baru 6,00%
- Peralatan dan Perlengkapan Kantor: Lama 4,00% → Baru 8,00%
Simulasi Dampak ke Margin Seller
Untuk memahami dampak biaya komisi dinamis, kita bisa melihat dua contoh sederhana agar lebih mudah dibayangkan dalam kondisi penjualan nyata.
Produk Low Margin (FMCG / Fashion Murah)
Misalnya Anda menjual produk fashion dengan harga Rp50.000 dan margin bersih hanya 10% (Rp5.000)
- Harga produk: Rp50.000
- Margin: Rp5.000
- Komisi (misalnya 7%): Rp3.500
Dalam kondisi ini, hampir seluruh profit bisa terserap oleh biaya komisi.
Jika tidak dihitung sejak awal, seller bisa merasa “laku banyak tapi untung tipis” bahkan berisiko rugi setelah biaya lain seperti operasional atau iklan.
Produk High Ticket (Elektronik)
Sekarang bandingkan dengan produk elektronik seharga Rp10.000.000.
- Harga produk: Rp10.000.000
- Komisi (misalnya 3–4%): sekitar Rp300.000–Rp400.000
- Namun ada batas maksimal per item
Artinya, meskipun nilai transaksi besar, dampaknya tetap dibatasi oleh sistem cap biaya.
Sebelum 18 Mei 2026 batasnya Rp40.000 per item, dan setelah itu naik menjadi Rp650.000 per item.
Perbedaan Dampak ke Seller
Dari dua contoh di atas, terlihat bahwa:
- Seller produk murah dengan margin kecil jauh lebih sensitif terhadap potongan komisi
- Seller produk mahal masih lebih “terlindungi” karena adanya batas maksimum biaya
- Struktur ini membuat tekanan terbesar ada pada kategori low-margin dengan volume tinggi
Strategi Seller Menghadapi Biaya Komisi Dinamis
Untuk menghadapi struktur biaya ini, seller perlu melakukan penyesuaian harga yang lebih presisi.
Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah menyesuaikan markup berdasarkan kategori dan margin minimum yang diinginkan.
Seller juga dapat mempertimbangkan fokus pada kategori dengan tarif lebih rendah atau stabil untuk menjaga profit jangka panjang.
Strategi lain adalah meningkatkan nilai transaksi per pembelian melalui bundle produk. Dengan cara ini, biaya per transaksi dapat lebih efisien dibanding menjual satuan kecil.
Terakhir, evaluasi profit sebaiknya tidak hanya berdasarkan omzet, tetapi per SKU secara detail agar Anda dapat melihat produk mana yang benar-benar menguntungkan.
FAQ Tentang “Biaya Komisi Dinamis Terbaru 2026”
Apa itu Biaya Komisi Dinamis di marketplace?
Biaya ini adalah potongan dari setiap transaksi yang berhasil dikirim berdasarkan harga produk dan kategori. Biaya ini digunakan untuk mendukung layanan platform seperti promosi dan pengiriman.
Bagaimana cara hitung Biaya Komisi Dinamis?
Perhitungannya menggunakan rumus harga produk dikurangi diskon seller lalu dikalikan tarif kategori. Hasilnya dipotong saat settlement setelah pesanan dikirim.
Apakah biaya ini tetap dikenakan jika produk diretur?
Ya, jika produk sudah terkirim, biaya tetap dikenakan meskipun terjadi retur atau refund. Pengembalian hanya berlaku jika pesanan belum dikirim.
Kenapa biaya marketplace naik dari waktu ke waktu?
Kenaikan biasanya berkaitan dengan penyesuaian program promosi, subsidi pengiriman, dan strategi platform meningkatkan konversi penjualan.
Apakah Biaya Komisi Dinamis menguntungkan seller?
Tergantung strategi bisnis seller, karena biaya ini bisa membantu exposure tetapi juga dapat mengurangi margin jika tidak dihitung dengan tepat.
Baca Juga:
Apakah Tokopedia Akan Tutup? TikTok Shop Pakai Aplikasi Terpisah
Penjual E-Commerce Wajib Cantumkan Asal Produk Sesuai Aturan







