Ringkasan Artikel: Doraemon Berhenti Tayang

Doraemon tidak lagi muncul dalam jadwal tayang televisi nasional Indonesia sejak awal tahun 2026,
namun hal ini tidak menandakan penghentian produksi secara keseluruhan.

  • Doraemon tidak lagi tayang di TV RCTI sejak awal 2026.
  • Penghentian tayang hanya berlaku di televisi lokal Indonesia.
  • Produksi Doraemon di Jepang masih berlanjut hingga saat ini.
  • Doraemon tetap dapat diakses melalui platform digital dan kanal resmi.

 

Berita kartun Doraemon berhenti tayang mendadak menjadi perbincangan luas di media sosial dalam negeri.

Banyak penonton merasa kehilangan karena serial yang identik dengan Minggu pagi dan masa kanak-kanak itu tidak lagi muncul di layar televisi nasional.

Kabar tersebut memicu pertanyaan, apa penyebab kartun Doraemon berhenti tayang?

 

Benarkah Doraemon Berhenti Tayang di Tahun 2026?

Ya, Doraemon memang tidak lagi hadir dalam jadwal rutin salah satu stasiun televisi RCTI sejak awal 2026.

Selama lebih dari tiga dekade, Doraemon lekat dengan tradisi Minggu pagi di RCTI.

Sejak mengudara secara rutin pada 1990 di RCTI yang sebelumnya sempat ditayangkan di TVRI, serial animasi ini menemani lintas generasi dan menjadi bagian dari kebersamaan keluarga.

Berdasarkan jadwal RCTI+ periode 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, nama Doraemon benar-benar menghilang dari seluruh daftar acara, termasuk slot Minggu pagi.

Ini menandai pertama kalinya Doraemon sepenuhnya absen dari RCTI sejak kemunculan perdananya sekitar 35 tahun lalu.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa penghentian tayangan bersifat permanen, bukan sekadar pergeseran jam siar atau penundaan sementara.

Namun, penghentian tersebut berkaitan dengan penayangan di televisi lokal, bukan akhir dari serial Doraemon secara keseluruhan.

 

Asumsi Penyebab Doraemon Berhenti Tayang di TV Nasional

Faktor Hak Siar dan Lisensi

Penayangan serial animasi bergantung pada perjanjian lisensi dengan pemegang hak cipta. 

Jika kontrak berakhir dan tidak diperpanjang, stasiun televisi tidak dapat menayangkannya kembali.

Perubahan Strategi Program TV

Stasiun televisi nasional kini lebih selektif dalam menentukan program. Tayangan hiburan anak mulai berkurang dan digantikan program lain yang dianggap sesuai dengan tren audiens.

Peralihan Penonton ke Platform Digital

Kebiasaan menonton masyarakat telah berubah. Anak-anak dan keluarga kini lebih sering mengakses konten melalui platform digital dibandingkan televisi konvensional.

Kondisi ini mempengaruhi keputusan stasiun TV untuk mempertahankan atau menghentikan program tertentu.

 

Doraemon Sekarang Bisa Ditonton di Mana?

Meski tidak lagi tayang di televisi nasional, Doraemon masih dapat dinikmati melalui platform digital.

Beberapa layanan streaming menghadirkan episode dan film Doraemon secara legal, menyesuaikan dengan wilayah dan kebijakan masing-masing platform.

Selain itu, cuplikan resmi dan konten terkait Doraemon juga tersedia di YouTube atau Netflix, termasuk dari kanal yang berafiliasi dengan pemegang lisensi. 

 

Klarifikasi Isu & Hoaks yang Beredar

Isu bahwa Doraemon dihentikan secara global tidaklah benar. Hingga saat ini, produksi Doraemon di Jepang masih berjalan dan terus diperbarui setiap tahun.

Terkait pernyataan resmi, belum ada pengumuman yang menyebut Doraemon tamat.

Pihak stasiun televisi di Indonesia pun belum memberikan klarifikasi detail mengenai kelanjutan penayangannya.

 

FAQ Tentang “Doraemon Berhenti Tayang”

Apakah Doraemon benar-benar tamat?

Tidak. Doraemon masih diproduksi dan tayang di Jepang hingga sekarang.

Kenapa Doraemon berhenti tayang di Indonesia?

Faktor lisensi, perubahan program TV, dan peralihan penonton ke digital menjadi dugaan utama.

Apakah Doraemon akan kembali ke TV nasional?

Belum ada pengumuman resmi mengenai penayangan ulang di televisi nasional.

Di mana bisa menonton Doraemon saat ini?

Anda dapat mencarinya di platform streaming dan kanal YouTube resmi yang berlisensi.

Apakah kabar ini hoaks?

Sebagian benar, karena yang berhenti adalah penayangan di TV lokal, bukan serialnya secara global.

 

Baca Juga:

MTV Tutup Setelah 40 Tahun, Akhir dari Era Musik Tradisional

Persaingan Akuisisi Warner Bros, Netflix atau Paramount yang Menang?