- IHSG naik terbesar sepanjang 2026 dengan penguatan 7,57% ke level 5.746,65
- Nilai transaksi mencapai Rp27,3 triliun dengan volume perdagangan 41,4 miliar saham
- Sebanyak 708 saham menguat, 99 saham melemah, dan 152 saham bergerak stagnan
- Rencana buyback saham BUMN dan kebijakan Bank Indonesia mendorong kepercayaan investor serta penguatan sektor perbankan, energi, dan infrastruktur
Setelah beberapa pekan berada di bawah tekanan, indeks acuan Bursa Efek Indonesia berhasil mencatat lonjakan signifikan yang memicu optimisme baru.
Penguatan ini menjadi salah satu pergerakan harian paling besar dalam tahun ini.
Associe akan membahasnya dalam artikel berikut.
IHSG Naik 7,5%, Catat Penguatan Harian Terbesar Tahun 2026
Perdagangan pada 10 Juni 2026 ditutup dengan penguatan, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 404,51 poin atau sekitar 7,57% dan berakhir di level 5.746,65.
Kenaikan tersebut menjadi penguatan harian terbesar yang tercatat sepanjang tahun 2026 sekaligus menghentikan pelemahan yang sebelumnya terjadi.
Aktivitas transaksi juga menunjukkan peningkatan yang tinggi, yaitu nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai sekitar Rp27,3 triliun.
Besarnya nilai transaksi tersebut menunjukkan adanya partisipasi investor yang lebih aktif dibandingkan beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Volume perdagangan mencapai sekitar 41,4 miliar saham, dengan mayoritas saham menguat 708 naik, 99 turun, dan 152 stagnan.
Apa Faktor Penyebab IHSG Melonjak 7,5%?
Rencana Buyback Saham BUMN
Salah satu katalis utama penguatan pasar berasal dari rencana pembelian kembali saham atau buyback yang dikaitkan dengan sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Ketika perusahaan membeli kembali saham yang beredar di pasar, jumlah saham yang tersedia berkurang sehingga dapat memberikan dorongan terhadap harga.
Sentimen tersebut menjadi salah satu alasan yang menjawab pertanyaan mengapa IHSG naik 7,5% dalam satu hari perdagangan.
Kenaikan BI Rate Dorong Sentimen Pasar
Penguatan pasar ditopang respons positif investor terhadap keputusan BI menaikkan BI-Rate 25 bps menjadi 5,50% melalui rapat di luar jadwal reguler.
Kebijakan ini diambil setelah BI mengakui tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang melemah lebih cepat dan lebih dalam dari perkiraan.
Kenaikan suku bunga acuan menegaskan fokus BI pada stabilisasi rupiah dan pengendalian inflasi, sekaligus meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor.
Selain itu, reli pasar turut ditopang saham-saham sektor komoditas setelah pemerintah memastikan tidak akan menerapkan mekanisme gross split dalam skema ekspor.
Kepastian tersebut meredakan kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi gangguan arus kas eksportir akibat kewajiban penyerahan sebagian hasil ekspor kepada perantara negara.
Sektor dan Saham Mana yang Menjadi Penggerak Utama?
Kenaikan IHSG ditopang penguatan mayoritas sektor, terutama keuangan, energi, infrastruktur, dan bahan baku.
Dilansir dari Top Business, kontributor utama penguatan IHSG berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar, yaitu:
- BBCA naik Rp300 menjadi Rp5.400 per saham
- BBRI menguat Rp150 menjadi Rp3.900 per saham
- BMRI naik Rp250 menjadi Rp5.000 per saham
- BBNI bertambah Rp200 menjadi Rp4.300 per saham
- TPIA menguat Rp350 menjadi Rp7.000 per saham
- BREN naik Rp400 menjadi Rp6.500 per saham
- TLKM menguat Rp100 menjadi Rp2.700 per saham
Dampak Kenaikan IHSG bagi Investor
Dampak kenaikan IHSG bagi investor dapat berbeda tergantung pada tujuan investasi masing-masing.
Bagi investor jangka pendek, lonjakan indeks membuka peluang untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga saham yang cepat.
Namun, volatilitas pasar tetap perlu diperhatikan karena kenaikan tajam sering kali diikuti fase konsolidasi.
Bagi investor jangka panjang, penguatan indeks dapat menjadi sinyal membaiknya sentimen pasar.
Kondisi ini dapat meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.
FAQ Tentang IHSG Naik 7,5% pada 10 Juni 2026
Apa yang menyebabkan IHSG naik 7,5 persen hari ini?
Kenaikan dipicu kombinasi sentimen positif dari rencana buyback saham BUMN, kebijakan Bank Indonesia, dan meningkatnya optimisme investor.
Apakah kenaikan IHSG berarti ekonomi Indonesia membaik?
Tidak selalu. Pergerakan indeks dipengaruhi banyak faktor, termasuk sentimen pasar dan kondisi global.
Saham apa yang naik saat IHSG melonjak?
Saham perbankan, energi, dan sejumlah emiten BUMN menjadi kelompok yang banyak menarik perhatian investor pada perdagangan hari ini.
Apakah investor pemula perlu langsung membeli saham setelah IHSG naik?
Keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda, bukan hanya berdasarkan pergerakan indeks harian.
Apakah reli IHSG masih berpotensi berlanjut?
Potensinya tetap ada, tetapi pasar masih dipengaruhi perkembangan ekonomi global, nilai tukar rupiah, dan arus modal asing.
Baca Juga:
Registrasi SIM Card Baru Wajib Biometrik Wajah Mulai 1 Juli 2026
PP 20 Tahun 2026 Terbit: Aturan PPh UMKM dan Batas Omset Terbaru







