Ringkasan Artikel: Layoff Traveloka

  • Pengurangan karyawan dilakukan pada awal Februari 2026.
  • Estimasi karyawan terdampak berkisar antara 5% hingga 10% dari total tenaga kerja.
  • Divisi operasional, marketing, dan teknologi menjadi unit yang paling terpengaruh.
  • Relokasi sebagian tim engineering dilakukan ke Shenzhen.
  • Traveloka menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung dan melayani pasar Indonesia.

 

Apa yang Terjadi dalam Layoff Traveloka?

Pengurangan karyawan dilaporkan terjadi pada awal Februari 2026, ketika perusahaan mengirimkan pemberitahuan internal kepada tenaga kerja globalnya.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa keputusan ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian organisasi yang telah direncanakan sebelumnya.

Estimasi karyawan yang terdampak berada di kisaran 5% – 10% dari total tenaga kerja

Beberapa divisi yang disebut terkena penyesuaian antara lain operasional grup, pemasaran, dan teknologi korporat.

 

Divisi dan Negara yang Paling Terdampak

Tim operasional, marketing, dan teknologi menjadi unit yang paling banyak mengalami perubahan struktur.

Penyesuaian ini berkaitan dengan penyederhanaan proses kerja serta pemusatan fungsi tertentu agar koordinasi lintas negara berjalan lebih efisien.

Dari sisi geografis, dampak paling terasa dilaporkan terjadi di Indonesia dan India.

Di kedua negara tersebut, sejumlah fungsi engineering dan pendukung disebut mengalami pengurangan, sejalan dengan pemindahan pusat pengembangan teknologi ke wilayah lain.

 

Alasan di Balik Layoff Traveloka

Kinerja bisnis perusahaan disebut masih menunjukkan hasil positif pada periode sebelumnya, terutama dari sisi volume transaksi dan jangkauan pasar.

Berdasarkan data 2025, Traveloka menunjukkan pemulihan yang kuat dengan estimasi pendapatan tahunan sekitar US$100–200 juta pada akhir 2025.

Perusahaan juga berekspansi ke Australia dan Jepang serta mempertahankan posisinya sebagai platform traveling terkemuka di Asia Tenggara dengan lebih dari 140 juta download.

Restrukturisasi ini diposisikan bukan sebagai langkah darurat, melainkan sebagai upaya membentuk organisasi yang lebih ramping.

Salah satu langkah yang mencuat adalah relokasi tim engineering ke Shenzhen, Tiongkok.

Perusahaan dilaporkan membangun tim baru dengan struktur yang lebih kecil namun berpengalaman, sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk mendukung ekspansi global.

 

Benarkah Traveloka Pindah dari Indonesia?

Traveloka memang melakukan rebranding sebagai perusahaan multinasional berbasis di Singapura sejak 2024.

Perubahan ini disertai dengan pemindahan sebagian fungsi manajemen dan pengambilan keputusan ke luar Indonesia.

Perusahaan berkomitmen untuk terus mendukung industri pariwisata nasional melalui kerja sama dengan berbagai pelaku usaha perjalanan, dari skala kecil hingga besar.

 

Apa Langkah Traveloka Selanjutnya?

Ke depan, perusahaan diperkirakan akan menaruh perhatian pada efisiensi operasional dan penyederhanaan struktur kerja lintas negara.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga daya saing di tengah ketatnya pasar perjalanan digital global.

Di sisi lain, strategi global tetap berjalan dengan fokus pada pasar utama yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

 

FAQ Tentang “Layoff Traveloka”

Apa penyebab utama pengurangan karyawan di Traveloka?

Penyesuaian dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi yang telah direncanakan, bukan karena kondisi darurat keuangan.

Apakah PHK Traveloka berdampak pada operasional di Indonesia?

Perusahaan menyatakan operasional dan kemitraan di Indonesia tetap berjalan seperti sebelumnya.

Benarkah Traveloka pindah Singapura sepenuhnya?

Traveloka berbasis di Singapura secara korporasi, namun masih menjalankan aktivitas bisnis di Indonesia.

Divisi apa yang paling terdampak?

Operasional grup, pemasaran, dan teknologi menjadi unit yang paling banyak mengalami perubahan.

Apakah akan ada pengurangan lanjutan?

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait rencana lanjutan setelah penyesuaian ini.

 

Baca Juga:

Jenis-Jenis PHK yang Perlu Diketahui Karyawan dan HRD

Efisiensi Karyawan di Perusahaan: Dampak & Aturan Hukumnya