- Meritage Hospitality Group mengajukan Chapter 11 dengan liabilitas sekitar US$651 juta atau sekitar Rp11,6 triliun
- MHG merupakan pemegang waralaba Wendy’s di AS dan mengoperasikan 314 gerai di 15 negara bagian
- Kebangkrutan MHG tidak berarti Wendy’s sebagai perusahaan ikut bangkrut
- Kasus MHG di AS tidak otomatis menghentikan operasi Wendy’s di Indonesia, yang masih tercantum sebagai pasar prioritas franchise internasional
Pemegang waralaba Wendy’s di Amerika Serikat, Meritage Hospitality Group Inc. (MHG), mengajukan perlindungan kebangkrutan pada 17 September 2026.
Perusahaan pengelola 314 restoran Wendy’s di 15 negara bagian itu memiliki liabilitas sekitar US$651 juta dan aset US$725,9 juta.
Wendy’s mengakhiri hak waralaba MHG atas 314 gerai karena tunggakan royalti dan biaya, tetapi MHG membantah penghentian tersebut otomatis mengakhiri hak waralabanya.
MHG menyebut tekanan biaya daging sapi, penurunan penjualan, serta masalah pemasaran Wendy’s sebagai sejumlah faktor yang memperburuk kondisi keuangannya.
Pemegang waralaba itu sendiri adalah pihak yang memperoleh hak untuk menjalankan bisnis dengan menggunakan merek, sistem, dan model usaha milik pemberi waralaba (franchisor).
Pemegang waralaba disebut franchisee dan biasanya membayar biaya atau royalti sesuai perjanjian waralaba.
Siapa Meritage Hospitality Group, Pemegang Waralaba Wendy’s?

Meritage Hospitality Group adalah perusahaan yang berbasis di Grand Rapids, Michigan, dan telah menjadi operator restoran Wendy’s selama lebih dari dua dekade.
Perusahaan mengoperasikan 314 restoran Wendy’s di 15 negara bagian AS dan mempekerjakan sekitar 9.000 orang.
Selain Wendy’s, MHG juga memiliki satu restoran Bojangles dan sejumlah restoran dengan merek independen.
Dengan jumlah tersebut, MHG merupakan salah satu franchisee Wendy’s terbesar di Amerika Serikat.
Sebagai gambaran, model serupa juga berlaku pada banyak merek global lain:
Arcos Dorados — McDonald’s: Franchisee terbesar McDonald’s, mengoperasikan ribuan restoran di Amerika Latin dan Karibia.
KBP Brands — KFC: Salah satu franchise KFC terbesar di AS, mengoperasikan lebih dari 790 restoran.
Flynn Group — Pizza Hut & Wendy’s: Operator waralaba besar yang mengelola ratusan restoran dari berbagai merek.
Carrols Restaurant Group — Burger King: Pernah menjadi franchisee Burger King terbesar di AS sebelum diakuisisi RBI pada 2024.
Artinya, ketika satu franchisee mengalami masalah keuangan atau bangkrut, kondisi tersebut tidak otomatis berarti merek induknya bangkrut atau seluruh gerai merek tersebut tutup.
Perlu dibedakan bahwa Meritage Hospitality Group bukan perusahaan yang memiliki merek Wendy’s secara keseluruhan.
MHG merupakan franchisee atau operator independen yang menjalankan restoran dengan merek Wendy’s berdasarkan perjanjian waralaba.
Mengapa Pemegang Waralaba Wendy’s Bangkrut?
Meritage Hospitality Group (MHG), salah satu franchisee terbesar Wendy’s di AS, mengajukan Chapter 11 pada 17 September 2026 setelah menghadapi tekanan keuangan dan operasional.
Chapter 11 merupakan mekanisme hukum kebangkrutan AS yang memungkinkan perusahaan merestrukturisasi utang dan bisnis di bawah pengawasan pengadilan, sementara operasional perusahaan tetap dapat berjalan.
Berikut beberapa alasan mengapa pemegang waralaba Wendy’s bangkrut:
1. Harga Daging Sapi Naik
Biaya rata-rata daging sapi MHG meningkat sekitar 18,6%, sehingga menekan margin restoran.
Dampaknya semakin besar karena penjualan tidak tumbuh sebanding dengan kenaikan biaya bahan baku.
2. Penjualan dan Pelanggan Menurun
MHG mencatat penurunan penjualan restoran yang sama, termasuk 7,2% sepanjang 2025 dan 8,3% pada paruh pertama 2026.
Penurunan transaksi membuat perusahaan lebih sulit menutup biaya bahan baku, tenaga kerja, sewa, royalti, dan kewajiban lainnya.
3. Pemasaran Menekan Margin
MHG menyebut diskon besar dan berkurangnya efektivitas pemasaran Wendy’s turut menekan kinerja.
Promosi dapat menarik pelanggan, tetapi berpotensi mempersempit margin ketika biaya operasional sedang tinggi.
4. Kinerja Restoran Melemah
Store-level EBITDA MHG turun sekitar 48% pada 2025. Perusahaan juga telah menutup sekitar 60 restoran Wendy’s yang berkinerja buruk dan melakukan efisiensi operasional sebelum akhirnya mengajukan Chapter 11.
5. Beban Kewajiban Bertambah
Tekanan operasional turut mempengaruhi kemampuan MHG memenuhi kewajibannya kepada Wendy’s.
Wendy’s menyatakan MHG memiliki tunggakan royalti dan biaya, yang kemudian berujung pada perselisihan terkait hak waralaba atas ratusan gerai.
Apakah Wendy’s Masih Akan Buka di Indonesia?
Kasus kebangkrutan Meritage Hospitality Group (MHG) di AS tidak berarti Wendy’s akan berhenti beroperasi di Indonesia.
MHG merupakan franchisee yang mengoperasikan restoran Wendy’s di AS, sedangkan Indonesia berada di luar portofolio MHG.
Wendy’s juga masih mencantumkan Indonesia sebagai salah satu pasar prioritas franchise internasional di Asia-Pasifik.
Namun, hal ini tidak otomatis berarti akan ada pembukaan gerai baru dalam waktu tertentu karena ekspansi tetap bergantung pada mitra franchise dan keputusan bisnis Wendy’s.
Berapa Utang Meritage Hospitality Group?
Saat mengajukan Chapter 11, Meritage Hospitality Group (MHG) melaporkan liabilitas sekitar US$651 juta atau sekitar Rp11,6 triliun, dengan aset sekitar US$725,9 juta.
Namun, angka tersebut merupakan total kewajiban MHG kepada berbagai pihak, sehingga tidak seluruhnya merupakan utang kepada Wendy’s.
Total liabilitas: sekitar US$651 juta
Total aset: sekitar US$725,9 juta
Klaim Wendy’s: sekitar US$147 juta
Royalti, iklan, dan biaya lainnya: sekitar US$27,3 juta
Klaim biaya operasional berkelanjutan: sekitar US$119 juta
Restoran Wendy’s yang dioperasikan: 314 gerai
Karyawan: sekitar 9.000 orang
Status 314 restoran tersebut kini menjadi salah satu persoalan utama dalam perkara kebangkrutan MHG.
Sebelum pengajuan Chapter 11, MHG menyatakan ingin terus menjalankan restoran selama proses restrukturisasi. Namun, Wendy’s mengambil posisi berbeda.
Wendy’s mengatakan MHG tidak lagi memiliki hak untuk menjalankan restoran dengan merek Wendy’s setelah perjanjian waralabanya dihentikan.
Wendy’s juga menyatakan bersedia memberikan lisensi sementara agar restoran tetap dapat beroperasi untuk waktu tertentu sambil proses pengalihan kepada Wendy’s atau franchisee lain dilakukan.
Apakah Masalah Franchise Bisa Berdampak ke Brand Utama?
Dalam hukum bisnis, masalah keuangan franchisee tidak otomatis menjadi tanggung jawab franchisor karena keduanya merupakan pihak yang berbeda dalam perjanjian waralaba.
Namun, gagal bayar royalti, penutupan gerai, atau sengketa dapat tetap menimbulkan dampak operasional dan hukum bagi pemilik merek.
Kasus Wendy’s dan MHG menunjukkan pentingnya pengaturan tersebut. Di Indonesia, PP No. 35 Tahun 2024 tentang Waralaba mengatur perjanjian waralaba, termasuk hak dan kewajiban para pihak.
Karena itu, pemilik brand perlu memastikan aturan kerja sama, pembayaran, dan pengakhiran franchise sudah jelas sejak awal.
Bagi pebisnis, kondisi waralaba juga perlu dipantau agar masalah dapat ditangani sebelum mengganggu bisnis.
FAQ Seputar Apakah Wendy’s Bangkrut?
Apakah Wendy’s ikut bangkrut?
Tidak. Yang mengajukan Chapter 11 adalah Meritage Hospitality Group (MHG), salah satu pemegang waralaba Wendy’s di Amerika Serikat.
Kebangkrutan MHG tidak berarti Wendy’s sebagai perusahaan ikut mengajukan kebangkrutan.
Berapa utang Meritage Hospitality Group?
MHG melaporkan sekitar US$651 juta liabilitas dan US$725,9 juta aset saat mengajukan Chapter 11. Dalam pemberitaan Indonesia, nilai liabilitas tersebut dikonversikan menjadi sekitar Rp11,6 triliun.
Apa itu Chapter 11?
Chapter 11 merupakan mekanisme perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat yang memungkinkan perusahaan melakukan restrukturisasi utang dan operasional di bawah pengawasan pengadilan. Pengajuan ini tidak otomatis berarti seluruh bisnis harus ditutup.
Berapa gerai Wendy’s yang terdampak?
MHG mengoperasikan 314 restoran Wendy’s di 15 negara bagian AS. Perusahaan juga telah menutup sekitar 60 restoran yang dinilai berkinerja rendah sebelum mengajukan Chapter 11.
Apakah Wendy’s masih buka di Indonesia?
Kasus MHG berkaitan dengan operasi franchise Wendy’s di Amerika Serikat sehingga tidak otomatis membuat Wendy’s berhenti beroperasi di Indonesia.
Wendy’s juga masih mencantumkan Indonesia sebagai salah satu pasar prioritas franchise internasional di kawasan Asia-Pasifik.
Baca Juga:
13 Bank Indonesia Ini Ditutup OJK, Bagaimana Nasib Nasabahnya?
Del Monte Bangkrut Setelah 138 Tahun, Apa yang Terjadi?
Referensi:
Administrative Office of the United States Courts. (t.th.). Chapter 11 – Bankruptcy basics. United States Courts. Diakses 23 September 2026, dari https://www.uscourts.gov/court-programs/bankruptcy/bankruptcy-basics/chapter-11-bankruptcy-basics
GlobeNewswire. (2026, 17 September). Meritage initiates voluntary Chapter 11 process to strengthen its balance sheet and position the company for long-term success [Siaran pers]. https://www.globenewswire.com/fr/news-release/2026/09/17/3364435/34866/en/meritage-initiates-voluntary-chapter-11-process-to-strengthen-its-balance-sheet-and-position-the-company-for-long-term-success.html
Martin, S. (2026, 21 September). Large Wendy’s franchisee files for bankruptcy, cites record beef prices. USA TODAY. https://www.usatoday.com/story/money/food/2026/09/21/wendys-franchisee-bankruptcy/91873245007/
Pemerintah Pusat. (2024). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba. Database Peraturan JDIH BPK. https://peraturan.bpk.go.id/Details/297489/pp-no-35-tahun-2024






