Ringkasan Artikel: Jenis Tes Psikotes
Terdapat berbagai jenis tes psikotes yang umum digunakan dalam proses rekrutmen, seperti Tes Kraepelin, Tes Wartegg, Tes Gambar Orang, Tes Numerical Reasoning, dan Tes Logika Penalaran. Masing-masing dirancang untuk mengevaluasi aspek kognitif, emosional, hingga kepribadian kandidat.
Saat proses rekrutmen kerja, Anda mungkin pernah mendengar istilah “tes psikotes” yang sering membuat calon kandidat gugup.
Tapi apa sebenarnya isi dari tes tersebut, dan mengapa penting?
Associe akan membahasnya di artikel ini.
Apa Itu Psikotes?
Tes psikotes merupakan alat ilmiah yang dirancang untuk mengukur berbagai aspek psikologis seseorang, mulai dari kemampuan kognitif, bakat, hingga kepribadian.
Dalam konteks rekrutmen, tes ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari proses seleksi yang lebih komprehensif.
Menurut Andrea Miriello, Business Psychologist, tes psikologi sebaiknya dilakukan oleh psikolog profesional yang terlatih dalam pemilihan, pelaksanaan, dan interpretasinya.
Hal ini untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang diperoleh dari kandidat.
Jenis tes psikotes yang digunakan dalam dunia kerja umumnya termasuk dalam dua kelompok utama, yaitu tes kemampuan kognitif dan tes kepribadian.
Keduanya bertujuan untuk menilai kesesuaian antara karakter kandidat dengan tuntutan pekerjaan tertentu.
Tujuan Psikotes Dalam Interview Kerja
Sebuah studi meta-analisis oleh Frank L. Schmidt dan John E. Hunter menunjukkan bahwa kemampuan kognitif umum adalah prediktor tunggal terbaik dalam memprediksi kinerja kerja.
Jika dikombinasikan dengan metode lain seperti tes kepribadian atau wawancara terstruktur, validitas prediktifnya meningkat secara signifikan.
Beberapa tujuan utama penggunaan psikotes dalam interview kerja antara lain:
- Memprediksi potensi dan performa kerja di masa depan
- Menilai ketahanan mental dan kemampuan kerja di bawah tekanan
- Mengidentifikasi kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan
- Membantu proses pengambilan keputusan yang objektif
- Menghindari bias subjektif dalam seleksi kandidat
Jenis Psikotes Umum Saat Interview Kerja
Berikut lima jenis tes psikotes yang paling sering digunakan dalam proses seleksi kerja:
- Tes Kraepelin / Pauli (Tes Koran)
- Tes Logika Aritmatika (Numerical Reasoning)
- Tes Logika Penalaran (Verbal/Abstract Reasoning)
- Tes Wartegg
- Tes Gambar Orang dan Pohon
Tes Kraepelin / Pauli (Tes Koran)
Tes ini banyak digunakan untuk menilai kemampuan konsentrasi dan ketahanan kerja mental.
Dalam praktiknya, peserta diberikan lembar penuh angka satu digit yang tersusun secara vertikal.
Tugasnya adalah menjumlahkan dua angka yang berdekatan dan menuliskan angka satuan dari hasilnya di antara kedua angka tersebut.
Perbedaan mendasar antara Kraepelin dan Pauli adalah metode pengerjaan.
Kraepelin disusun secara kolom dan dikerjakan per kolom dengan pengaturan waktu.
Sedangkan Pauli disusun secara baris dan dikerjakan terus-menerus dari atas ke bawah tanpa jeda waktu tertentu.
Indikator yang dinilai meliputi kecepatan kerja, ketelitian, kestabilan performa, dan konsistensi fokus di bawah tekanan waktu.
Dilansir dari Jobstreet, hasil Tes Kraepelin mencerminkan daya tahan mental dan kesiapan kandidat dalam menghadapi beban kerja tinggi.
Tes Logika Aritmatika (Numerical Reasoning)
Tes ini bertujuan mengukur kemampuan analitis dan penalaran berbasis angka.
Kandidat akan diberikan soal-soal yang berkaitan dengan grafik, tabel, persentase, rasio, atau pola angka.
Jenis soal yang muncul bisa berupa deret angka, perbandingan persentase, atau soal cerita dengan data numerik.
Waktu pengerjaan biasanya terbatas, sehingga kecepatan dan ketepatan sangat diuji.
Kemampuan yang dinilai mencakup ketelitian, pemahaman konsep matematika dasar, serta kecepatan dalam mengambil keputusan berbasis data.
Dikutip dari YouScience, tes numerical reasoning sangat relevan untuk posisi yang melibatkan analisis, keuangan, atau manajemen proyek.
Tes Logika Penalaran (Verbal/Abstract Reasoning)
Tes ini dibagi menjadi dua bentuk umum: verbal dan abstract reasoning.
Verbal reasoning menguji kemampuan Anda dalam memahami teks, menarik kesimpulan, dan mengevaluasi argumen.
Abstract reasoning lebih berfokus pada pengenalan pola visual dan logika non-verbal.
Pada verbal reasoning, peserta akan membaca teks pendek dan menilai apakah pernyataan berikutnya benar, salah, atau tidak dapat disimpulkan.
Abstract reasoning menampilkan serangkaian gambar atau simbol, dan peserta harus menentukan pola atau memilih gambar berikutnya dalam urutan.
Menurut Graduates First, tes ini bertujuan mengukur kemampuan berpikir kritis, fleksibilitas kognitif, dan kecepatan belajar dalam menganalisis serta memecahkan masalah kompleks.
Tes Wartegg
Tes Wartegg adalah salah satu tes proyektif yang digunakan untuk menggali karakter dan dinamika kepribadian seseorang.
Menurut situs resmi Wartegg, tes ini adalah tes grafis proyektif semi-terstruktur dengan delapan kotak bergaris tebal berisi elemen gambar sederhana yang perlu dilanjutkan menjadi gambar utuh dan bermakna.
Setelah menggambar, peserta biasanya diminta untuk menyebutkan urutan gambar yang diselesaikan, gambar yang paling disukai, paling tidak disukai, serta memberikan penjelasan singkat.
Aspek yang bisa dievaluasi antara lain kreativitas, spontanitas, kemampuan beradaptasi, dan cara menghadapi tekanan atau tantangan.
Tes Gambar Orang dan Pohon
Tes gambar ini terbagi dua: Draw A Person (DAP) dan House-Tree-Person (HTP).
Keduanya bersifat proyektif dan bertujuan menggali persepsi diri serta hubungan seseorang dengan lingkungan sekitarnya.
Dalam DAP, peserta diminta menggambar seorang manusia dan kemudian menjelaskan siapa dia dan karakteristiknya.
Pada HTP, peserta diminta menggambar rumah, pohon, dan orang, yang masing-masing dianggap mewakili aspek psikologis tertentu.
Dikutip dari Practical Psychology, interpretasi tes ini memerlukan keahlian psikolog karena bersifat kualitatif.
Meski bukan penentu tunggal, tes ini memberi wawasan mendalam tentang emosi, kepribadian, dan fungsi psikologis yang sulit diakses lewat observasi langsung.
Tips Menghadapi Psikotes
Menghadapi psikotes kerja bukanlah hal yang menakutkan jika Anda mempersiapkan diri dengan baik.
Latihan soal, menjaga kesehatan fisik, serta mengatur waktu istirahat dapat sangat membantu performa Anda.
Selain itu, penting juga untuk memahami format dari masing-masing jenis tes.
Semakin familiar Anda dengan tipe soal, semakin tinggi peluang Anda untuk meresponsnya dengan cepat dan tepat.
Jangan lupa untuk tetap tenang dan percaya diri selama tes berlangsung.
FAQ Tentang “Jenis Tes Psikotes”
Apakah semua perusahaan menggunakan psikotes dalam seleksi kerja?
Tidak semua, namun banyak perusahaan menggunakan psikotes sebagai bagian penting dari proses seleksi.
Apakah hasil psikotes bisa menentukan diterima atau tidaknya saya?
Hasil psikotes adalah salah satu faktor penentu, tapi biasanya digabung dengan wawancara dan asesmen lainnya.
Berapa lama durasi pengerjaan psikotes?
Durasi bisa bervariasi, tapi umumnya berlangsung antara 1–3 jam tergantung jumlah dan jenis tes.
Apakah saya bisa berlatih psikotes sebelumnya?
Ya, sangat dianjurkan untuk berlatih agar familiar dengan tipe soal dan format pengerjaannya.
Siapa yang boleh menyelenggarakan tes psikotes?
Tes sebaiknya dilakukan oleh psikolog industri dan organisasi yang memiliki keahlian dalam rekrutmen.
Baca Juga: