Ringkasan Artikel: Struktur dan Skala Upah

Struktur dan Skala Upah menjadi pedoman resmi pengupahan di perusahaan, memastikan transparansi dan keadilan dalam pemberian gaji kepada karyawan.

  • Disusun berdasarkan jabatan, masa kerja, kompetensi, pendidikan, dan kinerja.
  • Memuat grade, rentang gaji, serta kriteria penilaian.
  • Wajib diberitahukan kepada seluruh karyawan.
  • Ketidakpatuhan dapat berujung sanksi administratif.

 

Apa Itu Struktur dan Skala Upah?

Struktur dan skala upah adalah susunan tingkat gaji dari level terendah hingga tertinggi yang menggambarkan posisi jabatan, golongan, serta rentang nilai upah dalam perusahaan.

Berbeda dengan upah minimum yang ditetapkan pemerintah setiap tahun, struktur pengupahan bersifat internal perusahaan.

Perusahaan wajib menetapkan skala dan struktur upah agar terhindar dari sanksi pemerintah seperti peringatan hingga penghentian kegiatan usaha.

Ini disesuaikan dengan kondisi bisnis, kompetensi pekerja, serta kinerja. Upah minimum menjadi batas terendah yang tidak boleh dilanggar dalam penyusunan sistem ini.

Penyusunan dokumen juga dikaitkan dengan PP 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan yang menekankan transparansi dan kepatuhan.

 

Tujuan dan Manfaat Struktur dan Skala Upah

Sistem pengupahan ini dibuat untuk memberikan kepastian dan keadilan bagi semua pihak dengan manfaat berikut.

  • Mengurangi kesenjangan upah yang tidak wajar
  • Menjadi acuan dalam promosi, mutasi, dan penyesuaian gaji
  • Mempermudah perencanaan anggaran remunerasi
  • Meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap perusahaan
  • Mendukung kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan

 

Dasar Penetapan Struktur Pengupahan

Jabatan

Penentuan gaji sangat dipengaruhi oleh peran dan tanggung jawab dalam organisasi. Setiap jabatan dianalisis berdasarkan kompleksitas pekerjaan dan dampaknya pada bisnis.

Jabatan dengan risiko dan tanggung jawab tinggi tentu berada pada grade lebih tinggi. Penilaian ini membantu menghindari penetapan gaji yang subjektif.

Masa Kerja

Lama bekerja menunjukkan tingkat pengalaman dan loyalitas karyawan. Semakin panjang masa kerja, biasanya semakin besar kontribusi yang diberikan.

Faktor ini sering digunakan sebagai dasar kenaikan gaji berkala. Dengan begitu, karyawan merasa dihargai atas dedikasinya.

Kompetensi

Kompetensi mencakup kemampuan teknis dan soft skill yang relevan dengan pekerjaan. Perusahaan perlu memetakan keahlian inti setiap jabatan.

Karyawan dengan keahlian langka atau spesifik layak memperoleh rentang gaji lebih tinggi. Hal ini mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pendidikan

Latar belakang pendidikan sering menjadi indikator kesiapan seseorang dalam menjalankan peran tertentu. 

Posisi yang menuntut keahlian khusus biasanya mensyaratkan pendidikan formal tertentu. Faktor ini membantu perusahaan menetapkan standar masuk untuk setiap jabatan. 

Kinerja

Penilaian kinerja memastikan bahwa gaji tidak hanya bergantung pada jabatan. Evaluasi berkala menjadi dasar pemberian kenaikan atau bonus.

Dengan sistem ini, karyawan terpacu untuk mempertahankan produktivitas. Kinerja yang konsisten dapat membuka peluang naik grade.

 

Komponen dalam Struktur dan Skala Upah

Golongan / Grade

Grade mengelompokkan jabatan dengan karakteristik dan beban kerja yang sejenis. Setiap golongan memiliki deskripsi tanggung jawab yang jelas.

Pengelompokan ini memudahkan manajemen saat melakukan penyesuaian gaji. Grade juga membantu karyawan memahami jalur kariernya.

Rentang Gaji Minimum – Maksimum

Setiap grade memiliki batas bawah dan batas atas gaji. Rentang ini memberi ruang bagi perusahaan untuk menilai masa kerja, kompetensi, serta kinerja individu.

Dengan sistem rentang, kenaikan gaji dapat dilakukan tanpa harus memindahkan jabatan. Hal ini membuat pengupahan lebih fleksibel dan adil.

Kriteria Penilaian

Kriteria berfungsi sebagai alat ukur penempatan karyawan pada rentang tertentu. Penilaian dilakukan secara berkala dan terdokumentasi.

Perusahaan dapat menggunakan form evaluasi atau aplikasi HR. Kriteria yang jelas mencegah keputusan sepihak dalam penggajian.

 

Contoh Format Struktur dan Skala Upah Perusahaan

Berikut ilustrasi contoh struktur dan skala upah perusahaan yang sederhana.

Grade I – Staff Junior
Upah Minimum: Rp4.500.000
Upah Maksimum: Rp5.500.000
Grade II – Staff Senior
Upah Minimum: Rp5.500.001
Upah Maksimum: Rp7.000.000
Grade III – Supervisor
Upah Minimum: Rp7.000.001
Upah Maksimum: Rp9.000.000
Grade IV – Manager
Upah Minimum: Rp9.000.001
Upah Maksimum: Rp12.000.000

 

Penjelasan kolom:

  • Grade menunjukkan pengelompokan jabatan
  • Jabatan menjelaskan posisi kerja dalam organisasi
  • Upah minimum menjadi batas bawah sesuai ketentuan
  • Upah maksimum adalah batas tertinggi dalam satu grade

 

Metode Penyusunan Struktur Skala Upah

Metode Ranking

Semua jabatan diurutkan dari yang paling sederhana hingga paling kompleks. Penilaian dilakukan berdasarkan tanggung jawab dan risiko kerja.

Cara ini cocok untuk perusahaan kecil dengan jumlah jabatan terbatas. Kekurangannya, metode ini relatif subjektif.

Metode Klasifikasi

Jabatan dikelompokkan dalam kelas tertentu dengan karakteristik serupa. Setiap kelas memiliki standar gaji yang sama.

Pendekatan ini memudahkan pengelolaan data karyawan. Perusahaan menengah sering menggunakan metode ini.

Metode Poin Faktor

Setiap jabatan diberi skor berdasarkan faktor seperti keterampilan, tanggung jawab, dan dampak kerja. Total poin menentukan posisi jabatan pada grade tertentu. Metode ini lebih objektif dan mudah dipertanggungjawabkan.

 

Risiko Jika Tidak Menerapkan Struktur Pengupahan

Perusahaan yang tidak menyusun dan memberitahukan struktur pengupahan berpotensi melanggar ketentuan ketenagakerjaan (PP 49/2025).

Dapat dikenai sanksi administratif sesuai Permenaker 1/2017 dan 20/2016, seperti teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara alat produksi, atau pembekuan seluruh kegiatan usaha.

 

FAQ Tentang “Struktur Dan Skala Upah”

Apa manfaat utama struktur dan skala upah bagi karyawan?

Memberi kejelasan tentang peluang kenaikan gaji dan jenjang karier di perusahaan.

Apakah dokumen ini wajib diumumkan kepada seluruh karyawan?

Ya, perusahaan wajib memberitahukannya sebagai bentuk transparansi.

Apakah upah minimum harus selalu menjadi batas terendah?

Benar, upah terendah dalam sistem ini tidak boleh lebih rendah dari ketentuan pemerintah.

Kapan struktur pengupahan perlu diperbarui?

Disarankan dilakukan saat terjadi perubahan organisasi atau regulasi.

Apakah perusahaan kecil juga wajib menyusunnya?

Kewajiban ini berlaku untuk semua skala usaha yang mempekerjakan pekerja.

 

Baca Juga:

Cara Menghitung Gaji Prorata Karyawan Baru atau Resign

Pahami Tunjangan Karyawan: Definisi, Jenis, dan Rumusnya