Associe

Balance Scorecard: Fungsi, Perspektif, dan Contoh

Balance Scorecard: Fungsi, Perspektif, dan Contoh

Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook

BSC atau Balance scorecard adalah gambaran dari performa perusahaan pada periode tertentu. Informasi dalam BSC disajikan secara akurat dan objektif agar perusahaan mampu mengambil keputusan yang tepat. Sebuah bisnis yang menerapkan Balance Scorecard sebagai indikator evaluasi bisnis akan merasakan manfaat yang besar seperti pekerjaan yang lebih efektif dan efisien. Singkatnya, BSC menjadi penerapan manajemen strategis dalam perusahaan agar tujuan dicapai secara efektif.

Table of Contents

Apa itu Balance Scorecard

Balance Scorecard adalah sebuah metode yang digunakan oleh perusahaan untuk mengukur kinerja dan mencapai tujuan strategis. Metode ini menekankan pada aspek keuangan dan non-keuangan dari perusahaan, seperti pelanggan, proses intern, dan pembelajaran dan pertumbuhan.

Fungsi Balance Scorecard

Fungsi Balance Scorecard adalah sebagai berikut:

  • Mengukur kinerja perusahaan dari empat perspektif yang berbeda, yaitu finansial, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.
  • Membantu perusahaan dalam mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis.
  • Membantu perusahaan dalam mengidentifikasi kelemahan dan mengembangkan solusi untuk mengatasinya.
  • Menjadi alat komunikasi yang efektif antara pimpinan perusahaan dengan karyawan, serta antara perusahaan dengan pemangku kepentingan lainnya.

4 Perspektif Balance Scorecard

Balance Scorecard membantu perusahaan untuk mengukur kinerja dari empat perspektif yang berbeda, yaitu:

Finansial

Mengukur kinerja perusahaan dari segi keuangan, seperti laba, penjualan, dan pengembalian investasi.

Pelanggan

Mengukur kepuasan pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

Proses Bisnis Internal

Untuk mengukur kinerja proses bisnis internal perusahaan, seperti efisiensi dan efektivitas.

Pembelajaran dan Pertumbuhan

Terakhir, sebagai alat ukur kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia serta teknologi.

Dengan menggunakan Balance Scorecard, perusahaan dapat mengukur kinerja secara keseluruhan dan mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis. Metode ini juga dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi kelemahan dan mengembangkan solusi untuk mengatasinya.

Selain itu, Balance Scorecard juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif antara pimpinan perusahaan dengan karyawan, serta antara perusahaan dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti investor dan pemerintah. Dengan demikian, Balance Scorecard dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan memastikan bahwa tujuan strategis tercapai.

Cara Kerja Balance Scorecard

Cara kerja Balance Scorecard adalah sebagai berikut:

Persiapan

Tahap ini meliputi identifikasi tujuan strategis perusahaan, pemilihan indikator kinerja yang sesuai, dan pembuatan target untuk setiap indikator kinerja.

Pengukuran

Tahap ini meliputi pengumpulan data kinerja perusahaan dari setiap perspektif, seperti keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan.

Analisis

Tahap ini meliputi penilaian terhadap hasil pengukuran dan perbandingan dengan target yang telah ditetapkan.

Tindakan

Tahap ini meliputi identifikasi masalah yang muncul dari hasil analisis, serta penyusunan rencana tindakan untuk mengatasi masalah tersebut.

Monitoring

Tahap ini meliputi pemantauan terhadap pelaksanaan rencana tindakan, serta evaluasi terhadap hasil yang dicapai.

Dengan mengikuti tahap-tahap tersebut, Balance Scorecard dapat membantu perusahaan dalam mengukur kinerja dan mencapai tujuan strategis. Selain itu, metode ini juga dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi kelemahan dan mengembangkan solusi untuk mengatasinya.

Balance Scorecard Pada UMKM

Balance Scorecard dapat digunakan oleh UMKM untuk mengukur kinerja dan mencapai tujuan strategis. Meskipun UMKM memiliki skala usaha yang lebih kecil dibandingkan perusahaan besar, metode ini tetap dapat memberikan manfaat yang sama bagi UMKM.

Untuk menerapkan Balance Scorecard pada UMKM, pertama-tama perlu dilakukan identifikasi tujuan strategis UMKM, seperti meningkatkan pendapatan atau meningkatkan pangsa pasar. Kemudian, UMKM dapat menetapkan indikator kinerja yang sesuai dengan tujuan strategis tersebut. Setelah itu, UMKM dapat mengumpulkan data kinerja dari setiap perspektif dan menganalisis hasilnya. Jika hasil analisis menunjukkan bahwa indikator kinerja belum tercapai, UMKM dapat menyusun rencana tindakan untuk mengatasi masalah tersebut.

Contoh Balance Scorecard

Pengaplikasian Balance Scorecard dapat dilihat pada perusahaan XYZ, yang merupakan perusahaan retail yang menjual produk-produk elektronik. Perusahaan ini ingin mencapai tujuan strategisnya, yaitu meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan XYZ menetapkan beberapa indikator kinerja, yaitu:

Perspektif finansial: meningkatkan pendapatan sebesar 10% per tahun.

Perspektif pelanggan: meningkatkan jumlah pelanggan baru sebesar 5% tahun dibanding tahun sebelumnya.

Perspektif proses bisnis internal: meningkatkan efisiensi proses penjualan sebesar 3%.

Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan: meningkatkan kompetensi karyawan dengan mewajibkan minimal 1 training setiap karyawan.

Setelah menetapkan indikator kinerja, perusahaan XYZ kemudian mengumpulkan data kinerja dari setiap perspektif dan menganalisis hasilnya. Jika hasil analisis menunjukkan bahwa indikator kinerja belum tercapai, perusahaan XYZ akan menyusun rencana tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Jadi perusahaan XYZ dapat menggunakan Balance Scorecard untuk mengukur kinerja dan mencapai tujuan strategisnya.

Balance Scorecard Menurut HR

Kami juga menanyakan fungsi Balance Scorecard kepada HR Expert, yaitu Frengky Johanes Human Capital dari Ajaib dan CHRO dari Associe, beliau mengatakan bahwa hal yang paling penting dari BSC/ Tools KPI adalah bukan seberapa canggih tools nya, tetapi seberapa rutin kita melakukan review atas target dan pencapaian. Karena monitoring dan review adalah hal yang sering dilupakan oleh orang-orang setelah berhasil membuat KPI.

Kesimpulan

Kesimpulan dari Balance Scorecard adalah bahwa metode ini merupakan alat yang efektif untuk mengukur kinerja dan mencapai tujuan strategis perusahaan. Metode ini menekankan pada aspek keuangan dan non-keuangan dari perusahaan, seperti pelanggan, proses intern, dan pembelajaran dan pertumbuhan.

Dengan menggunakan Balance Scorecard, perusahaan dapat mengukur kinerja secara keseluruhan dari empat perspektif yang berbeda, yaitu finansial, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Selain itu, metode ini juga dapat membantu perusahaan dalam mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan bisnis, serta mengidentifikasi kelemahan dan mengembangkan solusi untuk mengatasinya.

 

Nah, setelah anda mengetahui tentang fungsi dan pentingnya Balance Scorecard pada usaha, kini saatnya anda membuat Balance Scorecard untuk bisnis anda. Associe akan membantu anda untuk merumuskan dan mengaplikasikan Balance Scorecard sebagai alat penunjang dan peningkatan kinerja usaha anda. Konsultasi gratis!

Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on facebook
Facebook

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *