• Kerja tidak sesuai jurusan merupakan hal yang umum dan tidak selalu menghambat karier
  • Transferable skills, portofolio, dan kompetensi baru menjadi kunci pengembangan karier
  • Career shifting berbeda dengan kerja tidak sesuai jurusan karena berpindah profesi atau industri
  • Career shifting sebaiknya didasarkan pada tujuan karier dan kesiapan kompetensi

 

Ketika berhasil mendapatkan pekerjaan pertama tentu itu menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan.

Namun, banyak para fresh graduate atau orang yang pernah bekerja menyadari bahwa job yang diterima ternyata jauh berbeda dengan jurusan kuliah yang dulu dipelajari.

Mungkin Anda lulusan Teknik yang kini bekerja sebagai Digital Marketing, sarjana Pendidikan yang menjadi Customer Service, atau lulusan Ilmu Komunikasi yang berkarier sebagai HR.

Situasi seperti ini sering memunculkan pertanyaan, “Apakah saya salah memilih jurusan?” atau “Haruskah saya mencari pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan?”

Kenyataannya, bekerja tidak sesuai jurusan bukan lagi hal yang asing di era sekarang ini.

Tidak sedikit perusahaan cenderung lebih mengutamakan skill dan experience dibandingkan kesesuaian jurusan kuliah.

Lalu, bagaimana cara berkembang jika pekerjaan Anda tidak sesuai jurusan?

Associe akan menjelaskannya dalam artikel ini.

 

Mengapa Banyak Orang Bekerja Tidak Sesuai Jurusan?

Mengapa Banyak Orang Bekerja Tidak Sesuai Jurusan

Perubahan dunia kerja kini membuat hubungan antara jurusan kuliah dan profesi tidak lagi bersifat mutlak.

Dilansir dari Wall Street Journal, sekitar 50% hingga 60% lulusan perguruan tinggi secara global bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan kuliah mereka.

Riset dari NEXT Indonesia mengungkapkan bahwa hanya sekitar 40% pekerja di Indonesia yang benar-benar bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Fenomena kerja tidak sesuai jurusan ini tercatat memicu mismatch horizontal hingga 33,5% pada lulusan sarjana, bahkan menembus angka 42% bagi lulusan diploma.

Kondisi tersebut memaksa mayoritas tenaga kerja terdidik untuk beradaptasi dengan profesi yang tersedia di luar bidang studinya demi menghindari risiko pengangguran.

Dunia kerja terus berubah seiring pesatnya digitalisasi dan munculnya profesi baru yang belum banyak tercakup dalam kurikulum perguruan tinggi.

Di saat yang sama, perusahaan semakin berfokus pada keterampilan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi.

Perubahan ini membuat batas antara jurusan kuliah dan pilihan karier semakin fleksibel, sehingga bekerja di bidang yang berbeda dari jurusan menjadi hal yang wajar di era career shifting.

 

Apa Itu Career Shifting?

Apa Itu Career Shifting

Career shifting adalah proses berpindah dari satu bidang pekerjaan ke bidang lain yang memiliki karakteristik, keterampilan, atau industri yang berbeda.

Berbeda dengan sekadar pindah perusahaan, career shifting biasanya melibatkan perubahan kompetensi, cara bekerja, hingga lingkungan profesional.

Sebagai contoh:

  • Lulusan Akuntansi menjadi UX Designer
  • Guru beralih menjadi Content Writer
  • Teknisi menjadi Digital Marketer
  • Customer Service menjadi Data Analyst

 

Apakah Kerja Tidak Sesuai Jurusan Merugikan?

Banyak fresh graduate atau pekerja yang menganggap bekerja di luar jurusan sebagai sebuah kekurangan.

Padahal, kondisi ini memiliki tantangan sekaligus peluang yang dapat mendukung perkembangan karier.

Misalnya, lulusan Akuntansi yang bekerja sebagai Digital Marketing Specialist perlu mempelajari keterampilan baru di luar bidang studinya.

Meski menantang, pengalaman ini dapat memperluas peluang karier, mengembangkan transferable skills, dan meningkatkan daya saing di dunia kerja.

Keuntungan dari Kerja yang Tidak Sesuai Jurusan Kuliah

Bekerja di luar jurusan membuat Anda memiliki kesempatan untuk mempelajari bidang baru sekaligus memperluas kemampuan profesional.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

  • Mengembangkan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan industri
  • Memiliki pengalaman lintas disiplin yang memperkaya cara berpikir
  • Menjadi lebih adaptif terhadap perubahan dunia kerja
  • Memiliki peluang karir yang lebih luas karena tidak terbatas pada satu bidang saja

Tantangan dari Kerja yang Tidak Sesuai Jurusan Kuliah

Di sisi lain, bekerja tidak sesuai jurusan juga membutuhkan proses penyesuaian.

Beberapa tantangan yang umum dialami adalah:

  • Harus mempelajari pengetahuan teknis dari awal
  • Membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi
  • Muncul rasa kurang percaya diri karena merasa tertinggal dari rekan kerja yang berlatar belakang sesuai
  • Harus terus meningkatkan kompetensi agar tetap kompetitif

 

5 Cara Berkembang Meski Kerja Tidak Sesuai Jurusan

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tetap berkembang era career shifting:

1. Fokus pada Transferable Skills

Alih-alih terpaku pada perbedaan jurusan, fokuslah mengembangkan transferable skills yang dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan.

Keterampilan seperti komunikasi, problem solving, manajemen waktu, kepemimpinan, kerja sama tim, dan berpikir analitis menjadi bekal penting untuk beradaptasi.

2. Pahami Industri Tempat Anda Bekerja

Selain menyelesaikan tugas sehari-hari, luangkan waktu untuk memahami perkembangan industri tempat Anda bekerja.

Mengikuti tren, membaca berita industri, dan memahami kebutuhan pasar akan membantu Anda melihat peluang pengembangan karier.

3. Bangun Portofolio

Dokumentasikan setiap pencapaian yang berhasil diraih selama bekerja, seperti proyek yang telah diselesaikan, target yang tercapai, peningkatan kinerja, maupun sertifikat pelatihan yang dimiliki.

Portofolio ini dapat menjadi bukti nyata atas kompetensi Anda, terutama ketika ingin mengembangkan karier atau melamar posisi baru.

4. Tingkatkan Kompetensi

Manfaatkan berbagai peluang upskilling melalui kursus online, webinar, bootcamp, sertifikasi profesional, atau pelatihan internal perusahaan agar keterampilan Anda tetap relevan dengan kebutuhan industri.

5. Perluas Networking

Bergabung dengan komunitas, menghadiri seminar, atau aktif di LinkedIn dapat membuka peluang kolaborasi.

Ini juga dapat memperluas wawasan, hingga memberikan akses terhadap informasi lowongan kerja dan kesempatan karir yang mungkin tidak dipublikasikan secara luas.

 

Kesimpulan

Kerja tidak sesuai jurusan bukan berarti Anda berada di jalur karier yang salah.

Selama pekerjaan saat ini masih memberikan ruang untuk belajar dan berkembang, perbedaan jurusan bukanlah hambatan.

Namun, jika tujuan karier Anda berubah, career shifting dapat menjadi langkah strategis untuk menemukan peluang yang lebih sesuai.

Pada akhirnya, kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengembangkan kompetensi jauh lebih menentukan daripada latar belakang pendidikan.

 

FAQ Tentang Kerja Tidak Sesuai Jurusan & Career Shifting

Apakah bekerja tidak sesuai jurusan merupakan hal yang normal?

Ya. Banyak fresh graduate maupun profesional bekerja di bidang yang berbeda dengan jurusan kuliahnya. Perusahaan saat ini lebih menilai keterampilan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dibandingkan kesesuaian jurusan.

Apakah kerja tidak sesuai jurusan akan menghambat karier?

Tidak selalu. Selama Anda terus mengembangkan kompetensi, membangun pengalaman, dan menunjukkan kinerja yang baik, peluang berkembang tetap terbuka meskipun bekerja di luar jurusan.

Apa perbedaan kerja tidak sesuai jurusan dengan career shifting?

Kerja tidak sesuai jurusan berarti pekerjaan Anda berbeda dari latar belakang pendidikan. Sementara itu, career shifting adalah keputusan berpindah ke profesi atau industri yang berbeda dari pekerjaan yang sedang dijalani.

Kapan sebaiknya mempertimbangkan career shifting?

Career shifting layak dipertimbangkan ketika pekerjaan saat ini tidak lagi sejalan dengan tujuan karier, Anda memiliki minat kuat pada bidang lain, dan telah mulai mempersiapkan keterampilan yang dibutuhkan.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum melakukan career shifting?

Persiapkan keterampilan baru melalui upskilling, bangun portofolio, optimalkan CV dan LinkedIn, perluas networking, serta lakukan transisi secara bertahap agar peluang sukses lebih besar.

 

Baca Juga:

Terkena PHK Mendadak? Ketahui Apa Saja Hak dan Kompensasi Karyawan

Aturan Lembur Tidak Dibayar Menurut Hukum Ketenagakerjaan